Disinyalir Curang, Massa Cakades Ignas Bau Tolak Hasil Pilkades Leowalu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Massa salah satu Calon Kepala Desa Leowalu Ignasius Bau menolak hasil perhitungan suara Pilkades Leowalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu yang digelar, Rabu (16/10/2019) kemarin.

Sikap warga pendukung dan Cakades Ignasius Bau menolak tandatangani hasil Pilkades Loewalu lantaran dinilai ada kecurangan dalam tahapan Pilkades sejak proses awal pencoblosan hingga akhir perhitungan.

Maxi Mau bersama massa pendukung Cakades Ignas Bau kepada awak media saat dihubungi, Kamis (17/10/2019) mengatakan, mereka kecewa terhadap panitia lantaran tidak memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilih tentang cara pencoblosan.

Hal itu berdampak pada banyak surat suara dua Cakades yang rusak karena tanda coblos atau lubang coblos menebus atau lubang ganda. “Tidak sosialisasi cara coblos untuk warga, tapi warga yang masuk langsung disuruh coblos saja,” ujar dia.

Senada diungkapkan Goris Tes, warga kecewa dengan panitia yang tidak memberikan petunjuk sehingga sebagian warga bingung saat mencoblos. Warga juga kecewa dengan kebijakan panitia dimana menyertakan warga mengalami kelainan jiwa dan salah satu anak dibawah umur ikut mencoblos.

“Anehnya di TPS 1 orang gila ikut coblos. Ada juga salah seorang anak dibawah umur ikut coblos, kita sudah dapat datanya, nama tanggal lahir 2 Februari 2003,” beber dia.

Tidak saja itu, dari keterangan saksi ada warga yang datang ke TPS ingin mencoblos tapi dilarang, kemudian disuruh keluar dengan alasan katanya terlambat.

“Kita tidak tahu apakah warga itu pendukung Cakades Paskalis Tes atau Ignas Bau tidak diketahui, hanya tidak izinkan coblos,” tambah Agus Loe.

Terkait itu, warga pendukung Cakades Ignas Bau tidak mengakui dan menolak hasil perhitungan Pilkades yang dinilai curang, dan mintan Pilkades Leowalu ulang.

Sementara itu Cakades Leowalu nomor urut 2 Ignasius Bau menyampaikan kekesalan dengan panitia yang tidak memberikan sosialisasi kepada para pemilih. Selain itu juga dirinya bingung karena panitia gunakan Perda dan Perbup dalam Pilkades.

Dijelaska, Peraturan Daerah Kabupaten Belu nomor 6 tahun 2015 yang disusun oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Belu (Bagian Hukum) paragraf 2 tentang Perhitungan Suara Pasal 45 berbunyi suara untuk Pemilihan Kepala Desa dinyatakan sah apabila :
a. Surat suara ditandatangani oleh Panitia Pemilihan dan
b. Tanda coblos hanya terdapat pada 1 kotak segi empat yang memuat satu calon; atau
c. Tanda coblos terdapat dalam salah satu kotak segi empat yang memuat nomor foto dan nama calon yang telah ditentukan; atau
d. Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih didalam salah satu kotak yang memuat nomor foto dan nama calon; atau
e. Tanda coblos terdapat pada salah satu garis kotak segi empat yang memuat nomor foto dan nama calon;

Sementara peraturan Bupati Belu Nomor 36 Tahun 2017 Bab IX tentang Perhitungan Suara Pasal 26 ayat 3 berbunyi Surat suara dinyatakan tidak sah apabila :
a. Surat suara tidak ditandatangani oleh panitia pemilihan dan tidak dibubuhi cap Panitia Pemilihan:
b. Tanda coblos terdapat di luar kotak segi empat yang memuat nomor, foto dan nama calon
c. Tanda coblos ganda yang berada didalam dan diluar kotak segi empat yang memuat nomor, foto dan nama calon atau salah satu calon Kepala Desa
d. Tanda coblos ganda yang berada di dalam kotak segi empat yang memuat nomor foto dan nama calon kepala desa dan diluar kotak segi empat dan tidak mengenai kotak segi empat yang memuat nomor foto dan nama calon Kepala Lain
e. Tanda coblos uang berada dalam kotak segi empat lebih dari satu kotak yang memuat nomor foto dan nama calon kepala desa; dan
f. Surat suara tidak terdapat tanda coblos.

Untuk diketahui DPT Desa Leowalu sebanyak 531 pemilih dan yang ikut memilih hanya 403 orang pemilih. Suara suara sah Cakades nomor 1 sebanyak 134, sedangkan surat suara sah Cakades nomor 2 hanya 131 selisih 3 suara. Sementara surat suara tidak sah 43 untuk nomor 1 dan 95 untuk nomor