Bazar Ramai Dikunjungi, Warga Batas minta Event FWI Digelar Setiap Minggu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTONlinenow.com – Bazar Festival Wonderful Indonesia di PLBN Motaain, ramai diserbu warga dua negara. Kegiatan FWI yang berlangsung selama 2 hari, 14 – 15 Oktober di PLBN Motaain bertepatan dengan hari pasar, Selasa nampak lebih ramai dari biasanya.

Pantauan NTTOnlinenow.com, pengunjung pasar Motaain dari Timor Leste membanjiri booth – booth FWI. Salah satu booth yang paling ramai dikunjungi adalah booth bahan pokok, seperti minyak goreng, gula pasir, ditambah bumbu masakan dan makanan ringan lainnya. Adapun paketan lain seperti sabun cuci, sabun mandi, sikat pakaian, odol gigi dan shampoo sachet diserbu pembeli. Salah seorang warga Timor Leste, Aziz, mengaku sering berbelanja ke pasar Motaain dan booth – booth FWI karena harganya terjangkau.

“Belanja di pasar Motaain apalagi di Bazar FWI, harganya murah dan sangat membantu. Boleh ya kami minta FWI ini selalu ada di setiap Minggu”, ungkap Aziz.

Permintaan yang sama juga datang dari seorang ibu rumah tangga, ibu Santi. Menurutnya, kegiatan FWI dirasakan sangat bermanfaat dan diharapkan digelar setiap minggu. “Event FWI ini sangat membantu, selain karena harganya murah, lokasinya sangat strategis. Bagus kalau ada bazar bahan pokok seperti ini. Kami harapkan selalu ada setiap minggu. Panitia FWI kalau bisa agar disediakan sembako yakni beras”, pinta ibu Santi.

Henry Noviadri, perwakilan Kemenpar RI yang berkesempatan memantau aktifitas para pedagang tradisional di dalam lokasi pasar Motaain membenarkan, event FWI disambut baik masyarakat dua negara.
“Tadi saat saya keliling dalam pasar Motaain, banyak warga dari dua negara meminta kalau bisa FWI digelar setiap minggu. Rupanya respon dari mereka juga sangat bagus terhadap kegiatan Kemenpar RI”, ungkap Hendry kepada sejumlah wartawan.

bazar FWI ramai dikunjungi warga dua negara. Hendry Noviadri menyalami aparat Timor Leste yang berbelanja ke booth sembako FWI.

Lanjutnya, “Saya melihat semua pembeli memanfaatkan event ini untuk mendapatkan sejumlah bahan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran, dan permintaan warga ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan ke pimpinan tertinggi”.

Kegiatan Kemenpar yang digelar dalam kemasan Festival Wonderful Indonesia, bertepatan dengan hari pasar juga disambut baik Johanes A Prihatin, Plt Kadisbudpar Kabupaten Belu.

Plt Kadis JA Prihatin sangat berterimakasih kepada Kemenpar RI yang tak pernah berhenti bekerjasama dengan Pemkab Belu dalam mendorong pembangunan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

“Terimakasih kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemenpar RI yang tidak bosan bosannya mendorong pembangunan di kabupaten Belu sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Kami meyakini kegiatan ini merupakan upaya pencapaian target wisatawan 2019 yang mana sudah ditetapkan tahun 2019 sebesar 18 juta jiwa, dimana sekitar 4 atau 5 juta diantaranya harus didapat dari kunjungan di daerah perbatasan. Dan kita meyakini bahwa perbatasan Indonesia – Timor Leste di daerah kabupaten Belu merupakan salah satu destinasi hiburan.”, papar JA
Prihatin.

Dan untuk kegiatan lain kedepannya, menurut Prihatin telah ada data – data yang sudah dievaluasi lagi guna lebih memantapkan kerjasama yang sudah terjalin dalam kurun waktu tiga tahun ini untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di perbatasan.

“Berikut setelah program ini, ada juga data evaluasi yang sudah kita lakukan dan evaluasi itu menjadi pembenahan ke depan. Program – program seperti ini pemkab Belu ingin agar kegiatannya terus dilaksanakan. Kita harus tahu bahwa pembangunan pariwisata ini, ivestasi jangka panjang. Apa yang sudah kita buat hari ini merupakan hasil dari upaya – upaya yang sudah dilakukan tahun kemarin. Jika ingin mendapatkan hasil yang baik dan jangka panjang kita harus memulai dari sekarang.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pariwisata kembali melanjutkan Festival Wonderful Indonesia setelah dilakukan evaluasi jadwal yang disesuaikan dengan hari pasar di tiga titik PLBN RI – RDTL sesuai masukan dari warga masyarakat dam pihak Pemerintah kabupaten.