Kapal Bermuatan 5 Ton Sampah Plastik Dari Timor Leste Diamankan Bea Cukai Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bea Cukai Atambua berhasil mengamankan Kapal KLM Berkat Utama GT 157 yang mengangkut ± 5 ton sampah plastik berupa skrap galon air minum dari wilayah Timor Leste di perairan Selat Ombai perbatadan RI-RDTL kemarin.

Diduga akan diselundupkan ke Indonesia, kapal bermuatan sampah plastik ditangkap tim patroli laut Bea Cukai Atambua Operasi jaring Wallacea menggunakan Kapal patroli 30003 saat Kapal KLM Berkat Utama melintasi perairan Selat Ombai.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean B Atambua, Syaefudin membenarkan hal itu saat dihubungi media, Selasa malam (15/10/2019).

Dijelaskan, kronoligis penangkapan kapal yang memuat 1 Nahkoda dan 6 ABK pada hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 sekitar pukul 01:30 dini hari waktu setempat. Tim Bea Cukai operasi jaring Wallacea langsung menggagalkan kapal berisi limbah plastik 16.108 Pcs galon air minum yang sudah di potong-potong diduga akan diselundupkan dari Timor Leste.

Sampah plastik yang diselundupkan ke Indonesia

“Kapal itu awalnya dari Indonesia ke Timor Leste kemudian balik lagi dari Timor Leste menuju arah Kalabahi, Alor ke Indonesia dan ditangkap di selat Ombai. Sementara masih dalam proses penyidikan untuk detailnya,” ujar Syaefudin.

Lanjut dia, usai penindakan terhadap Kapal, barang bukti langsung diamankan petugas ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)Tipe Madya Pabean B Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

“Untuk perkembangan lebih lanjut saat ini saksi-saksi telah diperiksa dan sementara menunggu berkas penyidikan,” kata Syaefudin.

Akui dia, perairan wilayah Indonesia dan Timor Leste sangat rawan terhadap penyelundupan yang bisa dijadikan daerah transit. Sehingga tim Bea Cukai Atambua fokus menjaga Perbatasan Negara dengan rutin melakukan pengawasan patroli laut.

Diharapkan kepada warga masyarakat agar tidak mencoba melakukan penyelundupan karena melanggar hukum. Pihaknya juga mengharapkan dukungan dari semua unsur elemen dalam menindak aksi penyelundupan illegal di wilayah perbatasan.