Gubernur NTT Minta GMIT Fokus Perhatikan Pendidikan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat meminta Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memfokuskan atau memproritaskan perhatian pada pendidikan.

Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat saat memberikan sambutan di Pembukaan Persidangan Sidang Sinode GMIT ke 34-2019: Dalam interaksi kelembagaan GMIT terus membenahi diri, Tuhan memberkati Pdt. Mery Kolimon untuk terus memimpin. “Saya bukan kampanye, ” kata Gubernur Victor disambut tepuk tangan jemaat dan undangan yg hadir.

Dia memintai nilai nilai iman historis yang ada dibicarakan terus menerus selain ajaran ajaran. Ia menyebutkan Pdt. Matius Bisinglasi di Angfoang dan Pdt. Selan di Pulau Semau yang melayani pada masa sangat sulit tetapi nama mereka tidak pernah disebutkan dalam khotbah khotbah.

“Untuk membangun NTT jika gubernur, bupati, walikota, pendeta tidur delapan jam adalah kesalahan. Tetapi pdt tidak tidur delapan jam ya,” katanya retoris.

Untuk kondisi NTT yg seperti ini tidak bisa diselesaikan dan diintervensi secara biasa biasa saja tetapi harus extra ordinary. Harapan gubernur untuk membangun NTT’ membangun pendidikan. Gereja berdiri dan pendidikan tidak ada maka itu penghianatan. Karakter yang hebat dan baik lahir dalam sebuah disain pendidikan yg hebat. Ini momentum untuk berimajinasi tidak sekedar masuk surga tetapi memimpin di surga.

“Saya minta kepada Ibu Pdt. Mery dan warga GMIT, kita fokus satu dulu pendidikan. Karena dari cara berpikir yang benar kita akan mengambil langkah-langkah yang benar,” tegasnya.

Menurut dia, pariwisata sebagai kekuatan ekonomi. Tuhan memberi NTT luar biasa, kekayaan kekayaan yang tidak ada di tempat lain, budaya orang panggil ikan di Alor, komodo di Manggarai Barat, di Sabu Raijua, Gaja Mada.

“Saya minta orang Sabu membalik cerita tentang telapak kaki Gaja Madah. Yang benar Gaja Madah yang merantau dan menjadi Patih di Majapahit, karena di Sabu ada yang namanya Gaja dan Madah,” ujarnya sembari meminta cerita tentang telapak kaki Gaja Madah diubah.

Dalam membangun NTT, tegasnya, tidak mungkin oleh pemerintah saja tetapi gereja dan semua lembaga. Gagasannya membangun NTT disampaikan gaya khasnya yang blak-blakan diselingi dengan logat Kupang membuat jemaat dan undangan tertawa. Penyampaian sambutan sekali kali diselingi joke membuat suasana cair. Dikatakannya momentum hari ini kita saling belajar untuk membangun NTT untuk NTT tidak menjadi provinsi miskin, bodoh.

“Saya harapkan tidak terjadi pemilihan secara aklamasi memilih ibu Mery. Karena ada kasih dalam gereja. Abis ibu Mery kalau Pak Eben tidak mau tawarannya orang muda aer aer, sebagai orang yang pernah sekolah minggu di GMIT saya minta ibu Mery dua kali. Saya tidak kampanye, “katanya disambut derai tawa undangan dan jemaat.

Kebaktian pembukaan, liturgi, acara protokoler diatur sedemikian apik, mengalir, berlangsung hikmat dalam suasana sukacita. Hadir Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Nomleni, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Ketua, GPI Ketua PGI, Pimpinan Gereja Protestan Timor Leste, Romo Geradus Doeka mewakili Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Petrus Turang, Ketua MUI NTT, Drs. Abdulkadir Makarim, Ketua Sinode Gereja Kristen Sumba dan pimpinan gereja dari luar negeri.

Sebelum sambutan diawali Laporan Panitia disampaikan Ketua Umum, Prof. Dr. Fred L Benu. Pengkhotbah pada kebaktian pembukaan Pdt. Emeritus Thoby Mesakh, Mantan Ketua MS GMIT. Ribuan jemaat memadati gedung Gereja Jemaat GMIT Paulus hingga ke halaman gereja. Ruas Jalan Soeharto dari Persimpangan Jalan Durian dan Basuki Rahmat dipalang untuk kepentingan lancarnya mobilisasi peserta Sidang dan Undangan. Aparat keamanan, pemuda gereja bersiaga mengamankan acara Pembukaan Persidangan Sinode GMIT XXXIV-2019 di Jemaat GMIT Paulus yang berlangsung sejak 15-22 Oktober 2019.(non)