Dandim Belu : Penerimaan Anggota TNI, Jiwa Nasionalis di Daerah Perbatasan Sangat Tinggi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 275 Calon Tamtama (Catam) PK TNI AD Tahun Anggaran 2019 asal Kabupaten Belu dan Malaka mendaftar di Kodim 1605/Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sebelum mengikuti seleksi, para Casis Tamtama reguler gelombang kedua tahun 2019 dan orang tua calon mendapat pembekalan dan pengarahan dari Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho bertempat di Aula Darma Andika Makodim Belu, Senin (14/10/2019).

Kegiatan bertajuk, penerimaan prajurit tidak dipungut biaya, dilaksanakan secara transparan dan objektif guna menghasilkan prajurit TNI AD yang profesional dan tangguh dihadiri orang tua calon dan catam PK TNI 275 orang, Pasi Pers, Pasi Intel dan Pasi Ter Kodim 1605/Belu.

Menurut Nugroho, proses werving atau penerimaan menjadi Anggota TNI dalam satu tahun di Kodim Belu dibuka dua kali pendaftaran yakni, Tamtama dalam setahun dua kali penerimaan gelombang pertama dan gelombang kedua.

Dikatakan bahwa, antara Bintara dan Tamtama tidak ada perbedaan. Oleh karena itu, masalah pangkat jangan terlalu dijadikan patokan yang terpenting adalah pengabdian kepada NKRI di dua daerah perbatasan dengan Negara Timor Leste.

“Jiwa nasionalis pemuda-pemudi disini sangat tinggi. Mengingat dua daerah ini perbatasan jangan terlalu patokan pada pangkat,” ujar Nugroho.

Dijelaskan, penerimaan orajurit TNI AD baik Bintara maupun Tamtama di wilayah Belu dan Malaka ada dua sumber yaitu sumber pertama wilayah perbatasan yakni di berlakukan desa yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Masih menurut Nugroho, untuk wilayah perbatasan alokasinya antara 5 hingga 7 orang tiap pendaftaran. Hal ini sekiranya nanti ada bapak-bapak dengan ibu-ibu yang tinggalnya di daerah perbatasan harusnya masuk melalui wilayah perbatasan karena seleksinya relatif lebih ringan.

Untuk alokasi penerimaan Tamtama pada tahun 2019 sebanyak 26 orang. Yang telah terdaftar sekitar 275 orang, namun ini jangan dijadikan permasalahan. Karena itu untuk ketentuan yang di tertulis diatas kertas, yang perlu disikapi untuk menjadi Anggota TNI harus melewati tahapan seleksi demi seleksi yang diawali dari seleksi administrasi.

“Untuk menjadi Anggota TNI harus sehat jasmani dan rohani mulai dari postur tubuh yang ideal yakni tinggi dan berat badan, tidak boleh buta warna dan kriteria lainnya yang telah ditentukan dalam tahapan-tahapan seleksi,” ucap dia.

Tambah Nugroho, menjadi Anggota TNI kebanggaan keluarga. Hal yang penting lainnya, jangan percaya apabila ada oknum-oknum tertentu yang sengaja manfaatkan situasi penerimaan prajurit TNI yang menjanjikan hal-hal terkait kelulusan nanti.

“Untuk penerimaan menjadi Anggota TNI AD sekali lagi tidak dipungut biaya sepeserpun.
Percayakan kemampuan anak, kalau memang memenuhi syarat dan rejeki pasti akan lulus, karena itu juga harus dukungan orang tua melalui doa,” ingat dia akhiri arahan.