Polres Belu Gagalkan Upaya Penyelundupan 1,2 ton Mitan ke Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu berhasil mengamankan 1.200 liter atau 1,2 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) di duga illegal di wilayah Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Selain mengamankan 1,2 ton BBM Mitan yang dikemas dalam jerigen 25 liter sebanyak 60 jerigen, Anggota Unit Tipiter SatReskrim Polres Belu juga berhasil amankan sopir minibus Romela Atambua-Silawan yang mengakut barang bukti tersebut.

Informasi yang diperoleh dari YWK (21) selaku sopir angkot menyebutkan BBM Mitan yang diangkutnya milik salah seorang warga Desa Silawan. Sejumlah BBM itu diangkut dari beberapa pangkalan atau agen minyak tanah di samping Masjid Pasar Baru Atambua.

Diduga kuat barang bukti 60 jerigen ukuran 25 liter berisi BBM Mitan subsidi yang diangkut dari pasar baru Atambua diduga akan diselundupkan ke negara tetangga Timor Leste. Sebab, diketahui harga minyak tanah di wilayah negara tetangga dua kali lipat dari harga di Indonesia.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam press realase di Mapolres Belu, Kamis (10/10/2019) menuturkan, pihaknya melakukan penindakan penyalagunaan BBM subsidi jenis minyak tanah tanpa dokumen usaha pengangkutan.

Lanjut dia, Satreskrim Polres Belu mendapat Informasi adanya praktek-praktek illegal BBM sehingga kita lakukan patroli dengan target minyak tanah. Sehingga pada Selasa tanggal 8 pukul 15.00 Wita dua anggota yang lakukan patroli dapat informasi akan ada pengangkutan mitan yang diduga akan diselundupkan ke wilayah Timor Leste.

Dasar dari kecurigaan itu atas laporan warga, jelas Siregar anggotanya melakukan tindaka dengan mengejar angkot mikrolet Romel dengan nomor polisi DH 1849 EA dan dihentikan depan masjid pasar baru. Kemudian anggota memeriksa ditemukan ada satu orang inisial YWK (21) selaku sopir warga silawan, dan dalam angkot anggota temukan 60 jergen ukuran 25 liter isinya minyak tanah.

“Atas temuan itu anggota amankan barang bukti minyak tanah, sopir angkot beserta kendaraan ke Polres Belu guna pengembangan lebih lanjut,” ucap dia.

Masih menurut Siregar, dalam pemeriksaan yang bersangkutan sopir angkot mengaku tidak mempunyai atau memiliki izin dan mengaku membeli minyak tanah dari beberapa tempat penjualan di kompleks pasar baru. Lebih lanjut, sopir dalam pemeriksaan mengaku barang bukti minyak tanah milik salah seorang warga Silawan berinisial N dan sementara masih kita lakukan pendalaman lanjut.

“Hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara. Harapan kita dengan tindakan ini meminimalisir praktek illegal terutama bahan subsidi yang harusnya dinikmati warga,” kta Siregar.

Ditegaskan, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan illegal terlebih barang-barang yang sifatnya subsidi dari pemerintah yang disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggugnjawab untuk keuntungan pribadi.

“Kami akan lakukan patroli di wilayah batas dan kami juga harapkan informasi dari warga terkait adanya aksi illegal. Kami akan lakukan tindak tegas, tidak saja BBM subsidi tapi juga dengan hal-hal lain yang merugikan warga,” tegas Siregar.

Terpisah Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing membenarkan, pihaknya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.200 liter BBM jenis minyak tanah ke Timor Leste. Penindakan itu merupakan bagian dari pengawasan dalam pendistribusian minyak, khususnya minyak tanah di wilayah perbatasan Belu.

“Ini juga upaya-upaya yang dilakukan menyikapi keluhan warga terhadap kelangkaan minyak tanah,” ujar Tobing.