Hanura NTT Gelar Rapimda Evaluasi Pileg 2019

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT akan menggelar rapat pimpinan daerah (Rapimda) dengan salah satu agendanya mengevaluasi pelaksanaan pemilu legislatif 2019 lalu.

Rapimda yang menghadirkan 22 DPC kabupaten/kota serta anggota DPRD NTT dan kabupaten/kota akan berlangsung pada Jumat, 11 Oktober di Kupang.

Demikian disampaikan Ketua DPD Hanura NTT, Refafi Gah kepada wartawan di Kupang, Rabu (9/10).

Refafi menyatakan, walau tidak mencapai ambang batas empat persen tingkat nasional, tapi hasil pemilu legislatif 2019 di NTT cukup menggembirakan. Dimana Hanura berhasil menempatkan 59 kader di lembaga dewan, yakni lima di provinsi dan 54 orang di kabupaten/kota. Walau pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi yang sangat ketat dengan perjuangan besar, tapi Hanura bisa duduk di unsur pimpinan dewan.

“Hanura berhasil masuk dalam unsur pimpinan dewan sebagai wakil ketua di tiga kabupaten, yakni Manggarai Timur, Ende dan Timor Tengah Utara. Saya anggap ini sangat luar biasa,” tandas Refafi.

Pada kesempatan itu ia menyampaikan, rapimda yang siap digelar tersebut untuk membangun soliditas di tingkat pengurus pada setiap jenjang mulai dari provinsi hingga anak ranting. Juga untuk mengevaluasi kembali pelaksanaan pemilu legislatif 2019 guna mengetahui letak kelemahannya sehingga dapat diperbaiki. Dengan demikian partai ini tetap eksis hingga pemilu legislatif 2024 mendatang.

“Kami tegaskan, walau tidak sampai ambang batas empat persen, tapi Hanura tidak tenggelam bahkan tetap eksis,” tandas Refafi.

Ia mengungkapkan, tetap eksisnya Hanura di kancah politik dapat dilihat dari sikap politik yang diberikan pada pemilu, baik presiden maupun kepala daerah di NTT. Pada pemilu presiden 2019 lalu, bersama partai koalisi seperti Golkar dan NasDem mendukung pencalonan Jokowi- Ma’aruf Amin. Pilkada gubernur 2018 lalu, juga bersama partai koalisi mengusung Viktor Laiskodat- Josef Nae Soi. Langkah politik yang sama juga untuk pilkada di tingkat kabupaten, seperti Sikka, Kupang, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

“Kami akan tinjau dan evaluasi bagi kepala daerah dan atau wakil kepala daerah yang pindah ke partai lain setelah pelaksanaan pilkada,” ujar Refafi.

Ia menegaskan, dalam rapimda dimaksud, Hanura NTT juga mendesak DPP agar segera menggelar munas untuk memilih ketua umum partai periode lima tahun ke depan.

“Saya berharap semua DPC Hanura akan memutuskan untuk mendukung Oesman Sapta sebagai ketua umum Hanura,” kata Refafi.

Tentang alasan kembali mendukung Oesman Sapta, Refafi berargumen, walau belum genap dua tahun memimpin, beliau dinilai telah berhasil menyelamatkan Hanura dari berbagai guncangan. Bahkan hingga rela mengorbankan dirinya tidak dicalonkan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Beliau juga gencar melakukan konsolidasi partai hingga ke daerah-daerah dan tetap mendorong semua kader partai untuk bangkit. Sehingga pada pemilu 2024, semua orang akan mengakui bahwa Hanura telah bangkit kembali.

“Beliau bergerak secara moril maupun materil dengan terus mendorong semua jajaran partai untuk tetap bangkit, walaupun tidak mencapai ambang batas empat persen di DPR RI,” kata Refafi.

Sekretaris DPD Hanura NTT, Siprianus Ritan mengatakan, rapimda akan digelar dalam sehari yakni pada Jumat, 11 Oktober. Jumlah peserta rapimda ditargetkan sebanyak 350 orang, yang terdiri dari 59 orang anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, 109 orang ketua, sekretaris dan bendahara dari 22 DPC seluruh NTT, peninjau dan simpatisan partai. Juga unsur DPP seperti Mohammad Guntur dan Andre Garu.

“Persiapan pelaksanaan rapimda sudah mencapai 90 persen,” ujar Sipri.