Pengiriman PMI NTT ke Perusahaan Felda Malaysia Secara Bertahap

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit milik Federal Land Development Authority (Felda), sebuah perusahaan terbesar asal Malaysia dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Sisilia Sona sampaikan ini kepada wartawan di Kupang.

Sisilia sampaikan ini setelah dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov NTT dengan perusahaan Felda Global Ventures Hoodings Berhad Malaysia tentang perekrutan, pelatihan, pengiriman, penempatan dan perlindungan PMI asal NTT yang akan bekerja di perusahaan FGH Holding Berhad Malaysia.

Ia mengatakan, setelah penandatanganan MoU, langsung dilakukan pelatihan untuk calon PMI selama lima hari bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kupang. Semua biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pelatihan dimaksud, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Felda. Setelah pelatihan, ada tim khusus yang akan menguji kompetensi mereka. Yang dinyatakan lulus, diproses kelengkapan administrasi untuk dikirim untuk bekerja di Felda.

“Untuk tahap pertama, pelatihan diikuti 60 orang. Semua mereka akan bekerja di perusahaan kelapa sawit,” kata Sisilia.

Ia menyampaikan, Felda membutuhkan 1.000 orang tenaga kerja asal NTT untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Pengiriman tenaga kerja disesuaikan dengan jumlah mereka yang mengikuti kegiatan pelatihan.

Tentang jumlah calon tenaga kerja yang sudah terdaftar di Kabupaten Sikka, Sisilia mengatakan, akan ditetapkan jadwal pelatihan. Untuk BLK Maumere, akan melakukan pelatihan kepada calon tenagA kerja asal pulau Flores, dan Lembata. Sedangkan BLK Kupang untuk melatih mereka yang berasal dari daratan Timor, Sumba, Sabu, Rote dan Alor.

“Pelatihan di Maumere akan dilakukan kalau jumlah yang terdaftar minimal sudah mencapai 100 orang,” papar Sisilia.

Kepala Dinas Nakertrans dan Kependudukan Sikka, Germanus Goleng mengatakan, sudah 40 orang calon tenaga kerja yang mendaftar di Layanan Terpadu Satu Atap. Mereka siap mengikuti pelatihan dan dikirim untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit milik Felda di Malaysia.

“Kerja sama dengan Felda ini ditangani oleh Pemerintah NTT, sehingga kami menunggu jadwal pelatihan dari provinsi,” ujar Germanus.

Ia menambahkan, walau proses perekrutan ini ditangani pemerintah, tapi pemerintah tidak turun langsung ke lapangan untuk melakukan perekrutan. Pemerintah hanya memberi informasi di layanan terpadu satu atap yang ada di Nakertrans. Jumlah orang yang mendaftar akan dilaporkan ke provinsi untuk menentukan jadwal pelatihan. Karena pilot project untuk kerja sama dengan Felda ini adalah milik provinsi.

“Instruktur dari BLK Lombok karena di Sikka belum ada instruktur di bidang kelapa sawit,” ujar Germanus.