Fary Djemy Francis : Calon Ketua Umum PSSI, Membangun Sepakbola Dengan Hati

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Menjelang kongres PSSI awal November, calon Ketua Umum mulai tampil memperkenalkan diri dihadapan publik. Didampingi sejumlah mantan pemain nasional seperti Dede Sulaiman, Yudo Hadiyanto, Nasir Salassa, Ruly Nere, Bob Hippy dan sejumlah wartawan senior olahraga, Yesaya Oktovianus, Hardiman Koto, Fary Djemi Francis calon ketua umum PSSI dengan gamblang memaparkan visi dan misi tentang sepakbola nasional kedepan.

Bola is nation marketing, demikian dia mengawali paparanya dihadapan para awak media di FX Plasa, Senayan (5/10/2019). Bola merupakan persepsi nasional branding, karena itu harus digawangi dengan cinta.

“Sepakbola itu passion, yang dibangun atas nama cinta, diperjuangkan dengan penuh komitmen dan pantang menyerah. Sepakbola itu harapan, melampaui batas-batas administrasi Negara, dirangkai dengan atas nama persaudaraan, menautkan rasa dan membingkai hati”, tegas Fary.

Mantan Ketua Komisi V DPR ini bukan orang baru di sepakbola nasional. Pernah memperkuat Persedil Dili (kini Timor Leste) dan Bank Suma sebagai penjaga gawang. Saat ini Fary menjabat sebagai Ketua Departemen Sport intelejen.

Selama berada di PSSI dia diam dan tak dapat berbuat banyak karena tidak punya kekuasan yang mampu menggerakkan PSSI menuju kearah yang lebih baik.

Saya mengajak para voter (pemilik suara) mari membangun sepakbola dengan hati. Calon-calon Exco/ Wakil Ketua mari bergandengan demi sepakbola yang kita cintai, ajak Fary kepada mereka yang memiliki hak suara dalam pemilihan nanti.

Dalam visinya Fary juga mencanangkan pembangunan rumah PSSI. Rumah PSSI menurut Fary lebih kepada pembangunan infrastruktur yang dilengkapi dengan lapangan latihan, ruangan terbuka. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi.

Sudah saatnya federasi sepakbola Indonesia memiliki Rumah PSSI (PSSI House). Ini one stop complex, disitu semuanya terpadu; office,training facilities, dome, gymnastic, hall, swimming pool dan mini stadion. Sampai kapan PSSI kantornya terus nomaden, dan tidak memiliki training ground yang komplit, lanjut pria yang aktif mengembangkan sepakbola dari tapal batas RI-Timor Leste.

Menurut Fary ada sejumlah daerah yang telah menawarkan lahannya untuk membangun Rumah PSSI. Secara diplomasi Fary masih belum menyampaikan dimana lokasi tersebut.

Wartawan senior Yesaya Oktovianus membenarkan apa yang dipaparkan Fary dalam visi membangun sepakbola Indonesia. Yesaya berharap agar voter juga memilih dengan hati. Sekarang nasib sepakbola Indonesia bukan tergantung pada orang baik seperti Fary dan pengurus PSSi tapi tergantung para voter.

Menurut Yesaya mestinya para voter turut bertanggungjawab dan berdosa karena telah memilih pengurus saat ini bukan dengan hati dan cinta terhadap sepakbola kita, namun karena ada sesuatu dibalik itu.

Sementara itu Bob Hippy mantan Ketua Pembinaan Usia Muda, Fary bukan orang baru, dia sudah berbuat membangun sepakbola dari perbatasan NTT dengan academy sepakbola sehingga kita dapat mendapatkan pemain usia muda saat ini. Untuk itu Bob mengajak voter memilih orang bebar seperti Fary Francis, apakah kita masih mau hidup dengan orang yang sama, tutur Bob.

Dede Sulaiman menambahkan bahwa Fary Francis merupan reformis yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI jika dilihat dari nama-nama yang mencalonkan yang merupakan wajah lama.

Sad 3 poin yang digaris bawah oleh Dede Sulaiman, pertama kompetisi penting untuk sepakbola nasional, sudah dilakukan Fary. Kedua technical director, Fary punya wawasan yang sangat jauh. Salah satu agendanya mendatangkan Sven Goran Ericson yang telah meloloskan 5 timnas dari Negara yang berbeda ke Piala Dunia.