Terima Kasih Untuk Gerakan Perempuan NTT

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ujung jalan hidup seseorang sungguh adalah Kekuasaan Tuhan sepenuhnya. Itu dialami Ir. Emelia Julia Nomleni, yang dilantik menjadi Ketua DPRD NTT periode 2019-2024 sebagai perempuan pertama di NTT, yang menjadi pimpinan Dewan, Jumat (4/10/2019).

Karenanya, Emy menyampaikan terima kasih khusus kepada Gerakan Perempuan NTT yang sudah bekerja dalam jangka waktu yang panjang menyadarkan publik pentingnya kepemimpinan perempuan di ruang publik.

Dalam sambutannya saat pelantikan dirinya menjadi Ketua DPRD NTT, di kantor DPRD NTT, Jumat (4/10/2019) Emy begitu ia disapa menyampaikan sejarah mencatat Tahun 2019 ini adalah Tahun Kebangkitan Perempuan NTT dimana DPRD NTT dipimpin perempuan, di posisi Pimpinan DPRD NTT yakni sebagai ketua dan wakil ketua.

Keberhasilan ini katanya disadari selain karena kerja keras personal tetapi karena upaya gencar Gerakan Perempuan NTT yang selama ini mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya kepemimpinan perempuan di ruang publik bagi menghadirkan NTT yang Adil dan Setara.

“Karena itu, pada kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan khusus berlimpah terima kasih kepada Gerakan Perempuan NTT yang telah mempersembahkan satu orang perempuan di level ketua dan satu orang perempuan wakil ketua DPRD NTT dan 12 srikandi di DPRD NTT,” tegasnya.

Menurut Ketua DPD GAMKI NTT ini, ini adalah keberhasilan dari sejarah panjang perjuangan tak henti henti agar perempuan dan laki laki setara di ruang publik, duduk pada jabatan jabatan pengambilan keputusan publik sehingga dapat merumuskan kebijakan kebijakan publik yang berpihak pada orang miskin, pro perempuan dan anak serta kelompok masyarakat rentan lainnya.

“Melalui kesempatan ini kami ingin mengajak 12 srikandi di DPRD NTT dalam semangat sisterhood menjadi kekuatan politik baru NTT untuk menyuarakan kepentingan mereka yang tertindas selama ini,” ujarnya.

Bagi pemilik rambut putih dengan suara berat ini kerja kerja menyadarkan publik pentingnya kepemimpinan perempuan di ruang publik sehingga rakyat menjadi melek politik dan memilih perempuan juga terus mendorong kepercayaan diri perempuan untuk tidak takut lagi berpolitik dan tidak melihat politik praktis sebagai hal yang kotor adalah sebuah pekerjaan yang sulit, mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan materi. Selain itu, tidak dilakukan semua orang.
Pada kesempatan itu, Emy juga menyampaikan terima kasih kepada semua perempuan yang sudah berani ikut “bertempur”di Pemilu Legislatif 2019 meski harus ada yang tereliminasi. Karena keberanian diri untuk memutuskan sebagai Caleg bukan hal yang mudah memerlukan energi luar biasa.

Tak lupa Emy menyampaikan terima kasih tak terhingga untuk rakyat NTT yang sudah melek politik sehingga mampu menerobos sekat sekat patriarkhi yang selama ini terawat subur dalam masyarakat kita baik di kota kota, kecamatan kecamatan, desa desa sampai dusun dusun.

Ditambahkan sebagai sebuah kekuatan politik baru ada keterkejutan keterkejutan dalam kepemimpinan perempuan. Ditegaskannya kepemimpinan perempuan bukan berarti menyingkirkan laki laki tetapi bersama saudara laki laki yang luar biasa berjuang bersama mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di NTT. “Kita tidur dengan bantal yang berbeda tetapi mimpi kita sama tentang keadilan dan kesetaraan,” ucap penyuka lipstik merah ini.

Jebolan Arsitek Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini menegaskan kepemimpinan perempuan adalah kepemimpinan yang partisipatif, mendengarkan, merangkul untuk membangun NTT sebagai rumah besar bersama yang aman, nyaman, sejahtera, cukup makan, cukup pakai, anak anak bisa bersekolah, cukup papan, sehat, adil dan setara bagi semua orang yang ada di dalamnya.

Sebagaimana diketahui dua tahun terakhir ini alumni SMAN I Kupang Angkatan 1985 ini menjadi perhatian publik dan sorotan media massa serta media sosial. Betapa tidak Ir. Emelia Julia Nomleni hidupnya selalu penuh kejutan. Mantan legislator DPRD NTT dua periode dari PDIP ini dalam keseriusan mengumpulkan KTP akan maju melalui jalur independen menjadi Bupati TTS dalam kontestasi Pemilukada serentak seluruh Indonesia 2018, justru namanya digadang gawang menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur NTT.

Meski gagal dalam kontestasi Pemilukada Gubenur dan wakil Gubernur NTT 2018 lalu penyuka parfum bau melati ini tak patah arang. Spirit imannya yang mengajarkan belajar pada burung dan bunga bakung terus berada di partai berlambang banteng moncong putih itu. Proses politik telah membuat ia menjadi dewasa dan iklas. Semua hinaan, cercaan, fitnahan membuatnya kuat. Ia tak pernah memarahi orang orang tersebut sebab ia tak ingin menyimpan dendam. ‎ Karenanya tak heran Emy mendapatkan hadiah yang menis dari apa yang ditanamnya yakni menjadi Ketua DPD PDIP NTT dan Ketua DPRD NTT. Kedua duanya pertama di NTT.

Mama yang punya ciri khas memakai sarung secara tradisional di ruang publik ini selalu mengingatkan publik untuk terus merawat hati. Dalam perbedaan perbedaan orang bisa saja dan harus kritis tetapi harus menghindarkan diri dari menghakimi dan memaki rang lain atas nama perbedaan dan kebebasan. Sebab semua ada batasnya. “NTT ini rumah kita, semua orang bersaudara, bersahabat, kita rawat perbedaan dengan tidak melecehkan satu dengan lainnya. Sebab hari ini kita bisa berbeda tetapi besok kita bisa sama karena ada nilai nilai yang mempersatukan kita,” ujarnya.

Tak henti tentunya anak keempat dari 12 bersaudara pasangan mendiang Papa Andreas Nomleni dan mending MM Welly Nomleni Reinhard ini menyampaikan syukur pada Tuhan atas rahmat luar biasa yang diberikan padanya. “Siapakah aku ini Tuhan,” ungkapnya retoris. Perjalanan hidup anak OEtete ini membuktikan kesulitan kesulitan di masa lalu adalah berkat dan sukacita di masa depan. Proficiat ya Ibu Emy.(non)