Apindo dan Aprindo Cabang Belu Tolak Pembangunan Alfamart dan Indomart

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Cabang Belu tolak rencana pembangunan Alfamart dan Indomart di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Ketua Aprindo Cabang Belu Mario Tanur mengatakan, alasan besar mengapa Alfa Mart dan Indo Mart kita tolak di belu karena akan melemahkan UMKM kita, kedua uang tidak berputar di Kabupaten Belu tapi uang kembali ke pusat.

“Itu yang menyebabkan PAD kita juga tidak akan bertumbuh. Kita harapkan UMKM tetap bertumbuh, jangan sampai ke hadirian usaha besar ini menghambat pertumbuhan kita. Kira-kira garis besarnya seperti itu,” ujar Tanur usai audiensi dengan DPRD Belu, Senin (30/9/2019).

Dijelaskan, regulasi yang benar sesuai Permendag nomor 53 dan Perpres nomor 112 tahun 2007 disitu diatur juga bagaimana penataana toko modern, dan pasar tradisional. Cuman sekarang tergantung dari Kabupaten menilai kearifan lokal seperti apa untuk bisa mengambangkan otonomi daerah.

“Maka kami juga membuat suatu kebijakan berdasarkan peraturan itu, dan sikap DPR dalam audiensi tadi tegas menolak,” tambah Tanur.

Senada Ketua Apindo Cabang Belu Agustinus Pio mengatakan dalam Auidiensi dengan Pimpinan dan Anggota DPR tadi intinya mereka menolak. Dengan penolakan ini bagaimana kedepan kita bicara soal peningkatan karena PAD kita kecil.

“Rencana kita dengan Pak Mario akan buat minimart kecil dan bagaimana bangun sentra-sentra UMKM untuk membangun PAD kita semakin meningkat dan semua terlibat,” ujar Agustinus.

Sementara itu Ketua DPRD Belu Jeremias Manek menuturkan, dalam hasil audiensi dengan Aprindo dan Apindo kita sepakat menolak pembangunan Alfa Mart dan Indo Mart karena itu mematikan usaha-usaha kecil dan tidak ada penambahan PAD.

“Usaha kecil UMKM kita akan mati dan kita belum setuju dengan keberadaan Alfa Mart dan Indo Mart di Belu,” ucap Manek.