Prakualifikasi Panahan PON XX : DKI Jakarta Teratas, Peta Kekuatan Masih Didominasi Jawa

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Sehari menjelang berakhirnya babak prakualifikasi PON XX Papua yang digelar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PERPANI) di Lapangan Panahan GBK Senayan, atlit panahan dari Pulau Jawa masih mendominasi nomor beregu recurve dan compound. Hingga hari ini jumat (27/9/2019) telah terdistribusi 110 tiket yang dikantongi 17 propinsi. 5 propinsi yang menempati 5 besar adalah DKI Jakarta (17), Jawa Timur (15), Jawa Barat (12), DI.Yogjakarta (12), Jawa Tengah (9).

Hari ini prakualifikasi panahan mempertandingkan nomor nasional yang diikuti atlit muda bahkan salah satu atlit dari Kalimantan Utara Bilal tercatat sebagai atlit termuda (11 thn) dan Dimas Sulawesi Barat (12 thn). 18 tiket berhasil diperoleh DKI Jakarta, Jawa Timur, Jambi, Bali, Kalimantan Timur (Nasional Putri) dan DKI Jakarta (Nasional Putra). Babak eliminasi putra dan eliminasi individu akan dilanjutkan besok (28/9/2019) dan dilanjutkan dengan penutupan yang akan dilakukan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Eko B.Nugraha dan akan akan dihadiri Ketua Umum Kelik Wirawan Widodo, Sekjen Rizal Barnardi dan Pengurus Pusat Perpani.

Pada babak 8 besar beregu putri divisi nasional terjadi persaingan yang sangat ketat. Hal ini menunjukkan bahwa peta kekuatan pada divisi nasional putri masih sangat ketat. Bali diluar dugaan mampu mengalahkan Jawa Barat yang merupakan salah satu tim unggulan, demikian juga Jawa Timur yang menang sangat tipis ketika berhadapan dengan Banten.

Made Saputra official Bali menyambut gembira hasil yang diperoleh Tim Panahan Bali ketika berhasil mengalahkan Jawa Barat. Bali menambah 3 tiket dari beregu nasional putri setelah sehari sebelumnya memperoleh 1 tiket dari divisi compound putra. Bali masih menargetkan 1 tiket dari beregu putra nasional. Jika besok satu tiket beregu putra kami peroleh, maka target yang kami canangkan terlampaui, tegas Made Saputra yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Made Saputra yang juga mantan atlit panahan sangat terkesan dengan penyelenggaraan pra PON kali ini. Pra PON kali ini menurut Made beda dengan dengan sebelumnya. Dari segi penataan lapangan, bantalan dan semuanya prasarana sangat mendukung dan baik sekali. Kami sebagai official Bali mengucapkan terima kasih atas display hari ini dan kerjakeras panitia dan PP Perpani. Pembicaraan kami dengan perwakilan dari propinsi lain, kali ini jauh lebih bagus penyelenggaraannya, lanjut Made.

Pertandinganhari ini mendapat perhatian dari Irjend Pol. Drs.Anjan Pramuka Putra,SH,M.Hum Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional yang juga merupakan salah satu Dewan Penasehat PP Perpani. Tiba di Lapangan Panahan GBK Senayan, Anjan langsung meninjau lapangan pertandingan dan berdiskusi dengan Panitia tentang jalannya pertandingan sambil menyaksikan babak eliminasi divisi nasional. Sebagai perwira Polisi Anjan sangat peduli dengan para atlit dari daerah yang kini tengah berada di GBK Senayan karena beberapa hari ini titik kumpul para pendemo tepat di depan lapangan panahan, hal ini tentunya akan sangat mengganggu keselamatan atlit yang lagi bertanding dan yang akan kembali ke penginapannya.

“Saya apresiaisi teman-teman Pengurus Perpani yang terus bekerja dan melayani kawan-kawan dari daerah selama pra PON berlangsung di Jakarta. Kita berharap semoga hari ini dan besok situasinya aman dan agenda kita bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Selamat bagi kontingen yang sudah berhasil memperoleh tiket ke PON XX Papua dan bagi yang belum berhasil terus berjuang, masih ada kesempatan di hari esok”, lanjut Anjan.

Hingga hari ini sudah terdistribusi 110 tiket Pra PON yang diperoleh oleh 17 Propinsi :

1.DKI Jakarta  : 17
2.Jawa Timur : 15
3.Jawa Barat : 12
4.DI.Yogjakarta : 12
5.Jawa Tengah : 9
6.Kalimantan Timur : 9
7.Banten : 7
8.Aceh : 6
9.Jambi : 5
10.Kalimantan Tengah : 4
11.Bali : 4
12.Lampung : 3
13.Papua Barat : 3
14.Riau : 1
15.Kalimantan Barat : 1
16.Sulawesi Barat : 1
17.Sumatera Selatan : 1