SK 204 Teko Guru di Belu Menuai Protes. Elfigardis Funan ; Saya Butuh Keadilan 13 Tahun Mengabdi Tidak Diangkat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pengangkatan 204 Tenaga Kontrak (Teko) Guru melalui SK Bupati Belu yang ditandatangani Bupati Wilybrodus Lay menuai protes dari kalangan guru di daerah Belu yang namanya tidak tercantum dalam SK tersebut.

Sejak awal dilakukan verifikasi oleh pihak Inspektorat Belu soal pengangkatan 204 Teko Guru di Belu sudah menuai polemik lantaran belum ada lampiran nama-nama Teko Guru.

Anggaran untuk membayar honor 204 teko menjadi perdebatan antara sejumlah anggota DPRD periode 2014-2019 karena sejumlah anggota DPR meminta agar anggaran untuk honor teko digrser ke OPD lain.

Saat itu, pemerintah beralasan bahwa pihaknya masih melakukan proses verifikasi terkait pengangkatan Teko agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.Bupati menegaskan bahwa harus dilakukan verifikasi agar dalam pengangkatan teko diutamakan bagi guru yang sudah mengabdi tujuh tahun ke atas.

Namun,rupanya instruksi Bupati Belu ini diabaikan oleh Dinas Pendidikan dan Insprktorat Kabupaten Belu sebagai Dinas yang dipercaya untuk melakukan verifikasi data.

Hal ini mengemuka setelah pada Senin pagi,(16/09/2019) dimana bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Belu, Bupati Wily menyerahkan secara langsung SK kepada 204 Teko di aula Dinas P dan K.

Saat Bupati Belu menyerahkan SK kepada 204 Teko banyak guru honor sudah menunggu di luar, bahkan ada guru yang pertanyakan ke Bupati soal pembagian SK teko tapi nama mereka tidak ada dalam SK.

Banyak guru honor yang mengaku sudah mengabdi belasan tahun menunggu di gedung DPRD Belu untuk menyampaikan protes terkait adanya indikasi ketidakadilan dalam penetapan 204 Teko.

Sejumlah guru menyampaikan kekecewaan mereka lanteran menurut mereka,dari 204 Teko yang diangkat, ada yang tahun pengabdiannya kurang dari luma tahun. Sementara, ada guru yang sudah mengadi 13 tahun namanya tidak ada dalam SK. Sementara dari data lampiran yang dikantongi banyak Teko yang masa kerjanya hanya lima tahun.

Marselinus Toni salah saru guru dari SDK Lakafehan Kecamatan Kakuluk Mesak mengaku dirinya sudah mengabdi 14 tahun tidak pernah berhenti namun namanya tidak ada dalam SK pengangkatan Teko 2019.

“Kita mau percaya yang mana? Kami sudah lengkapi berkas tapi nama-nama kami tidak ada. Keadilan ada dimana karena ketika Inspektorat turun bilang pengangkatan berdasarkan lama kerja tapi kami sudah mengabdi belasan tahun nama tidak ada tapi ada yang baru mengabdi lima tahun nama ada. Kami butuh keadilan,” tandas dia.

Senada disampaikan Elfigardis Funan guru pada SDN Halimea kecamatan Kakuluk Mesak yang sudah megabdi 13 tahun. Semua berkas sebagai syarat yang dibutuhkan dalam proses verifikasi sudah dipenuhi tapi dalam penetapan namanya tidak termuat dalam SK.

Pada proses verifikasi semua dokumen seperti SK Komite dari tahun pertama mengabdi hingga 2019, daftar hadir 2 tahun terakhir, SK Pembagian Tugas Mengajar dari tahun perama mengabdi hingga 2019 dan berkas Surat Pertanggungjawaban Honor sudah dilengkapi. Sehingga dari sisi persyaratab seharusnya tidak ada hambatan.

“Kami ini honor hanya 100 ribu, itupun tidak terima tiap bulan. Kami urus berkas buang uang banyak, tapi dalam penetapan sepertinya tidak adil. Saya sudah 13 tahun mengabdi tapi nama saya tidak ada.Anehnya di SK ada yang baru 4 tahun dan 5 tahun tapi namanya ada,” terang Funan.

Puluhan guru yang gedung DPR Belu diterima oleh Ketua semenatara DPR Belu Junior Manek. Kepada para guru menjajikan akan ada klarifikasi besok Selesa (17/09/2019) bersama Dinas teknis serta Inspektorat.

Kepala Inspektorat Belu, Iwan Manek yang dikonfirmasi awak media mengakui bahwa wewenang pihaknya hanya sebatas pada verifikasi bukan pada penentuan akhir. Soal SK bukan kami. “Kami kerja di atas kertas dna tugas kami hanya melakukan Verifikasi bahwa ada yang layak atau tidak,” ucap dia.

Sebelumnya Bupati Belu Wilybrodus Lay pada jumpa pers Senin (19/8/2019) lalu menegaskan bahwa yang harus diprioritaskan adalah guru yang sudah mengabdi minimal tujuh tahun.