Pengelola Anggur Buah Manfaatkan FWI 2019, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pemuda Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kementerian Pariwisata Indonesia terus mendorong geliat pembangunan pariwisata di daerah wilayah perbatasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan festival wonderful Indonesia.

Di PLBN Motaain kabupaten Belu, sudah untuk ketiga kalinya event Festival Wonderful Indonesia 2019 dilaksanakan dan dimanfaatkan masyarakat sekitar perbatasan dengan mengisi booth – booth, promosikan berbagai hasil kerajinan mereka, seperti aneka kuliner dan tenun ikat.

Salah satu booth yang masih tetap ramai dikunjungi tamu yakni booth minuman anggur pepaya dan coklat olahan Frater Yohanes Ari.

Selama dua hari kegiatan FWI berlangsung, booth ini tidak pernah sepi.
Dua jenis minuman dari buah pepaya dan coklat menjadi incaran pemuda di perbatasan.
Frater Yohanes Ari, mengatakan dalam sehari keuntungan yang ia dapat berkisar 1 juta hingga 1.5 juta rupiah dan rata – rata dibeli para pemuda dan bapak – bapak.

“Kalau ramai, minuman yang terjual dalam sehari saja bisa menghasilkan 1 juta rupiah. Kadang bisa mencapai 1,5 juta rupiah”, ungkap Frater Ari.

Menurutnya juga, banyak pemuda penasaran dengan minuman berkadar alkohol 45 – 68 persen itu. Sehingga selain melayani pembeli, ia mengajak para pemuda yang berbelanja untuk langsung mengunjungi rumah biaranya di Kefamenanu untuk melihat langsung proses pembuatan anggurnya. Tujuan mengundang para pemuda itu untuk semata – mata untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka.

“Jadi saya di sini bukan sekedar berjualan, saya memanfaatkan bazar di FWI ini juga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri para pemuda. Ada yang penasaran dengan proses pembuatannya, saya ajak ke rumah di Kefamenanu. Saya mau tunjukkan bahwa di Timor, khususnya di kabupaten TTU banyak potensi sebenarnya. Khusus anggur buah – buahan ini, kita ambil dari kebun masyarakat yang adalah umat kami. Contoh buah pepaya, pisang, adalah jenis buah yang paling banyak ada di Timor. Mudah untuk memperolehnya, tinggal bagaimana kemauan kita saja”, jelas Frater Ari.

Sebelumnya diberitakan, sopi Pepaya Bhakti Mandiri – SCC adalah sopi asli asal Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara [TTU] yang dibuat dengan memanfaatkan buah – buahan segar seperti pisang pepaya dan coklat. Dari buah – buahan segar yang tumbuh menjamur di tanah Timor ini dihasilkan sopi yang berkualitas tinggi tidak kalah dengan minuman Produk Luar lainnya.

Menurutnya sebagai seorang Imam, selain menjalankan tugas melayani umat di dalam Wilayah Keuskupan Atambua, ia juga berusaha menjalankan salah satu Program Keuskupan Atambua [KA], dalam upaya peningkatan Ekonomi Umat.

“Ini juga salah satu kegiatan menjalankan Program dari Keuskupan Atambua, yakni Program Quantum Transformation [Pemberdayaan Sumber Daya Lokal]. Yang mana semua kegiatannya diharapkan dapat membantu meningkatkan Ekonomi Umat” sambung Frater Ary.

Sesuai pantauan media ini, booth minuman Frater Ari juga ramai dikunjungi para pelintas batas terutama wisatawan manca negara.

“Kali berikut, untuk menjawab rasa penasaran pembeli saya akan melakukan demo proses pembuatannya di sini. Gampang – gampang susah sih mengolahnya, intinya butuh kesabaran dan kesetiaan dalam bekerja”, tandasnya.

Dalam cerita lepasnya di booth FWI Crossborder Timor Leste – Indonesia yang ditempatinya, Frater Ari mengatakan sudah banyak pihak memintanya untuk bekerja sama membangun semacam pabrik pengolahan. Tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari Negara Timor Leste.

Sementara ini, dirinya masih membangun komunikasi dengan Bupati Belu terkait rencana kerjasama pembuatan minuman ini.
Ia juga mengisahkan hampir di seluruh paroki se Keuskupan Atambua, ia berbagi ilmu untuk menarik minat para pemuda dalam berwirausaha.

“Tidak harus jadi PNS untuk bisa hidup, banyak usaha di sekeliling kita. Mari manfaatkan hasil kebun kita, kembangkan potensi diri dengan berwirausaha’, pintanya pada pengunjung booth.