PPP Pastikan Keluar Dari Fraksi Hanura Berkarya PPP, PSI Bersatu

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan keluar dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI Bersatu di DPRD Kota Kupang. Pasalnya pembahasan koalisi Fraksi mengenai distribusi anggota Fraksi di Alat Kelengkapan Dewan, atau AKD DPRD Kota Kupang tidak menemui kata sepakat.

Anggota DPRD Kota Kupang, asal PPP, Djainudin Lonek mengatakan, PPP sebenarnya ingin diakomodir dalam anggota Badan Anggaran, atau Banggar DPRD Kota Kupang. Namun keinginan PPP tidak diakomodir, padahal, Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI mendapat kuota tiga orang untuk masuk dalam Banggar, sehingga pihak PPP memilih keluar dari fraksi gabungan tersebut, karena kepentingan PPP tidak terakomodir.

Djainudin mengaku, meskipun PPP memilih keluar dari Fraksi Gabungan Hanura, Berkarya, PPP, PSI Bersatu, Namun, PPP tidak akan mengajak partai lain seperti, Berkarya dan PSI, untuk keluar dari Fraksi tersebut, karena PPP tetap ingin menjaga keharmonisan hubungan para anggota DPRD, dan partai politik di lingkup DPRD Kota Kupang. PPP sudah berkomitmen untuk keluar dari Fraksi Hanura, Berkarya, PPP, PSI, Bersatu, karena kepentingan anggota DPRD asal PPP tidak terakomodir di alat kelengkapan Dewan.

Djainudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi NTT Mengaku, selepas keluar dari Fraksi Hanura Berkarya, PPP, PSI Bersatu, PPP akan menjajaki bergabung dengan salah satu Fraksi di DPRD Kota Kupang, yang bisa mengakomodir kepentingan PPP di DPRD Kota Kupang. Selain itu, kata Djainudin Lonek, ada kemungkinan terbentuknya poros baru, atau Fraksi Baru di DPRD Kota Kupang, mengingat ada wacana bahwa partai Berkarya, dan PSI keluar juga dari Fraksi Hanura, Berkarya, PPP, dan PSI Bersatu, karena kuota 4 Kursi cukup membentuk satu Fraksi Baru , yaitu PPP 2 kursi, serta Berkarya dan PSI masing-masing satu kursi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kupang, asal Partai Solidaritas Indonesia, atau PSI, Jefta Sooai mengaku, PSI dipastikan mengikuti jejak dari Anggota DPRD asal Partai Persatuan Pembangunan, atau PPP, yang keluar dari Fraksi Hanura, Berkarya, PPP, PSI Bersatu. Keluarnya PSI dari Koalisi tersebut, karena tidak adanya kesepakatan menyangkut distribusi anggota Fraksi di Alat Kelengkapan Dewan, atau AKD.

Menurut Jefta, Koalisi ini terdiri dari empat partai, dan masing-masing partai, punya kepentingan tersendiri. Namun dalam.pembahasan distribusi AKD, Partai Hanura sepertinya ingin menguasai seluruh jabatan di AKD, dan partai lain ditinggalkan, sehingga tidak jalan lain, dan PSI pastinya akan mengikuti jejak PPP untuk meninggalkan Fraksi Hanura Berkarya PPP PSI Bersatu.

Jefta juga mengaku, bahwa Sudah ada Kesepakatan antara PPP, dan PSI, Partai Berkarya untuk membentuk Fraksi Baru di DPRD Kota Kupang

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya, Kota Kupang, Habde Dami juga memastikan bahwa Partai Berkarya juga akan keluar dari Fraksi Hanura Berkarya, PPP, PSI Bersatu.

Menurtnya, keluarnya partai Berkarya dari Fraksi tersebut, karena partai Berkarya belum mendapat satu kepastian politik, sebab politik butuh satu kepastian dan tidak bisa sekedar omong, sehingga antara komitmen dan inplementasi harus sejalan untuk mewujutkan kepentingan bersama.

Habde juga mengaku, bahwa sebelumnya, sudah ada komitmen bersama antara Partai Hanura dan Berkarya lewat Surat Perjanjian tentang pembentukan Fraksi antara Partai Hanura, dan Berkarya. Namun dalam perjalanan bergabung lagi dua partai, yaitu PPP dan PSI, sehingga Fraksi sudah menjadi lebih banyak dan komitmen awal antara Partai Hanura dan Berkarya dengan sendirinya gugur.

Habde mengatakan, Keluarnya, Partai Berkarya, dari Fraksi Hanura Berkarya PPP PSI Bersatu, bukan mengikuti jejak langkah dari PSI dan PPP, namun dinamika yang terjadi tidak sesuai dengan kontelasi komitmen politik pada empat partai politik tersebut, dan Partai Berkarya memilih keluar dari Koalisi fraksi tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Kupang, Melkianus Balle mengatakan, terkait mundurnya Partai Berkarya, PSI, dan PPP, dari Fraksi Hanura, Berkarya PPP PSI Bersatu, dirinya belum mendapat kabar pasti. Namun Seyogyanya, harus ada Komunikasi dari ketiga partai tersebut bersama partai Hanura.

Menurut Balle Pembentukan Fraksi Hanura Berkarya PPP, PSI Bersatu, sudah di Paripurnakan dalam sidang, sehingga jika ada Fraksi yang ingin keluar harusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, kepada Partai Hanura.

Balle mengaku, sampai saat ini dirinya belum mendapat pemberitahuan soal pengunduran ketiga partai tersebut dari Fraksi Hanura, Berkarya PPP PSI Bersatu. Untuk itu, selaku ketua DPC Hanura Kota Kupang, dirinya akan Berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah, atau DPD Hanura NTT.

Ketika Disinggung soal mundurnya ketiga Partai Politik tersebut, karena distribusi pada alat kelengkapan dewan yang dinilai tidak mengakomodir kepentingan ketiga partai tersebut, Bale mengaku, bahwa pembahasan distribusi anggota Fraksi pada alat kelengkapan dewan sudah melalui musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota Fraksi. Seharusnya, jika ada fraksi yang tidak puas dengan pendistribusian anggota Fraksi pada alat Kelengkapan dewan harusnya dibicarakan secara baik-baik.

Oleh Karena itu, kata Balle, dirinya akan berkomunikasi dengan pihak DPD terkait sikap yang akan diambil oleh Fraksi Hanura.(NTT-N)