Kompak Gelar Workshop Panggilan Menolong Bumi

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Peduli terhadap masalah lingkungan, Komunitas Pemuda Lintas Agama Kupang, atau Komunitas Peacemaker Kupang menggelar Workshop Panggilan Menolong Bumi. Workshop tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat 13 September 2019, dan di Buka oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

Kegiatan Workshop tersebut diikuti Komunitas Tulli Kota Kupang, OKP Cipayung, Karangtaruna, Pemuda Gereja, Remaja Masjid, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Workshop tersebut menghadirkan Nara Sumber, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Jerry Padji Kana, Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup, atau Walhi, Dominikus Balakarang, dan Ray Meda dari Kompak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Jerry Padji Kana dalam pemaparanya tentang Kebijakan dan Kota Kupang Tentang Lingkungan mengatakan, Kondisi Lingkungan di Kota Kupang saat ini semakin kritis karena perilaku masyarakat. Oleh karena itu untuk menyadarkan masyarakat terhadap lingkungan hidup butuh peran pemerintah untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjaga lingkungan hidup.

Untuk itu, pemerintah Kota Kupamg lewat gerakan ayo berubah, mengajak masyarakat untuk tertip membuang sampah pada tempatmya. Selain itu, pemerimtah juga mengajak masyarakat untuk menghijaukan kembali lingkungan, dengan cara menanam pohon, dan pemerintah akan menyiapkan anakan pohon untuk dibagikan kepada masyarakat agar dapat ditanam disekitar pekarangan rumahnya.

Sementara menyangkut sampah plastik, yang saat ini masih menjadi momok tersendiri, Jerry Padji Kana mengakui, Dinas Kebersihan saat ini tengah berupaya untuk mengolah sampah plastik menjadi produk yang berguna, seperti paving block dan beberapa produk yang bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan Kompak, Ray Meda dalam Materinya saat Workshop Panggilan Menolong Bumi mengatakan, terkait kerusakan lingkungan hidup yang terjadi saat ini, sudah Peringatan, dari Perserikatan Bangsa Bangsa, atau PBB, bahwa umat manusia cuma punya 12 tahun untuk membatasi bencana akibat perubahan iklim. Dengan implikasi bahwa tahun 2030 adalah sebuah deadline keras untuk menyelamatkan bumi dari bencana.

Waktu kita tinggal 11 tahun lagi. Krisis iklim ini adalah keadaan darurat, dan semua pihak mesti terlibat dan bertindak sebagaimana mestinya demi keadilan iklim untuk semua. Planet kita yang semakin panas telah memakan jutaan korban. Kalau kita tidak segera bertindak untuk menghasilkan peralihan yang adil dan cepat, maka ketidakadilan krisis iklim ini akan semakin parah.

Menurutnya, Bulan September ini, jutaan orang akan keluar dari rumah dan tempat kerja mereka untuk bergabung dengan kaum muda di jalan-jalan demi Jeda Untuk Iklim yang menuntut diakhirinya era energy kotor dan aksi mendesak untuk menghindari terjadinya bencana iklim. Kondisi yang demikian mendorong KOMPAK (Komunitas Peacemaker Kupang) sebagai komunitas orang muda lintas agama untuk turut bersama dengan semua orang muda dari seluruh dunia menyuarakan keadilan iklim lewat aksi #JedaUntukIklim, yang dimulai pada 20 September, 3 hari sebelum konferensi iklim darurat PBB, dan dilanjutkan hingga 27 September.

Menurutnya, Dalam gerakan bersama Jeda Untuk Iklim pada 20 – 27 September 2019 ini, Komunitas Orang Muda Lintas Agama ingin mengadakan beberapa kegiatan bersama dengan orang muda Kota Kupang dan jejaring yang diharapkan juga turut menyumbang menciptakan keadilan Iklim. Kegiatan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menghadirkan narasi positif bagi masyarakat umum dan sosial media tentang orang muda melawan ketidakadilan iklim dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan solusi krisis iklim yang berorientasi pada keadilan dan kesetaraan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk advokasi orang muda terhadap pemerintah untuk menjamin pembangunan Kota Kupang yang berwawasan lingkungan. Hal yang senada dengan misi Kupang Hijau yakni “mempersiapkan Kota Kupang menuju metropolitan yang berwawasan lingkungan.”

Tujuan Workshop ini, kata dia, untuk Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah menciptakan solusi krisis iklim yang berorientasi pada keadilan dan kesetaraan lingkungan. Mengajak masyarakat umum merawat bumi, mulai dari diri sendiri untuk iklim.

Selain itu, kegiatan ini sebagai Kampanye jeda untuk iklim Mendorong Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang untuk adanya kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.(NTT-N)