Peringati HPN, Kementerian Perhubungan Gelar Bersih Sampah Di Labuan Bajo

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (HPN), Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dibawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Labuan Bajo, Kamis, 12 September 2019 siang melaksanakan kegiatan gerakan bersih Laut dan Pantai disekitar perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kantor UPP Kelas II Labuan Bajo, Dwikora, kepada Wartawan mengatakan, kegiatan ini melibatkan sedikitnya 150 orang peserta dari berbagai unsur yang terdiri dari, KP3, Lanal, Koramil, Camat, Lurah, PT. ASDP, PT. PELNI, Operator Kapal Wisata, Keagenan Kapal, CV Ucis dan Masyarakat setempat.

Para peserta berhasil mengumpulkan sedikitnya 3 (Tiga) truk sampah atau kurang lebih 950 kg sampah, dengan berbagai jenis sampah, mulai dari kemasan botol air mineral, sampah plastic, kertas, kardus, potongan kayu dan sampah-sampah jenis lainnya.

Dirinya menyampaian apresisai kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubunagn yang telah mengambil bagian dalam upaya mendukung terciptanya kebersihan di daerah destinasi super prioritas Labuan Bajo melalui kegiatan kebersihan Laut dan Pantai.

Peringati HPN Bersihkan pantai

Menurutnya, kegiatan kebersihan laut dan pantai di seputar perairan Laut Labuan Bajo, sudah dilakukan rutin setiap pekannya dan bahkan sudah menjadi salah satu program prioritas dari pihak UPP Kelas II Labuan Bajo selama ini. Apalagi Labuan Bajo sudah menjadi salah satu daerah destiansi super prioritas saat ini.

Namun walau begitu, produksi sampah didaerah itu setiap harinya terus meningkat seiring meningkatnya para pengunjung yang datang berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan di daerah itu.

“Kita sudah menjadikan ini sebagai salah satu program prioritas selama ini. Bahkan setiap hari Jum’at atau setiap pekannya, kita wajib melakukan kebersihan sampah-sampah ini. Tetapi karena pengunjung semakin meingkat maka dengan demikian sampah-sampah ini juga bertambah banyak,” terangnya.

Karenanya, Dwikora meminta, kepada semua pihak tanpa terkecuali, mulai dari pelaku pariwisata, para wisatawan, baik domestic maupun mancanegara, termasuk masyarakat sekitar agar mencintai kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.