Ini Gebrakan Satgas Yonif Raider 142/KJ di Hari Kelima Bertugas Jaga Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hari kelima bertugas menjaga perbatasan RI-RDTL Sektor Timur, Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melakukan beberapa kegiatan di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dengan bekas Propinsi ke-27 Timor-Timur (Negara Timor Leste).

Mengawali tugas di wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Dansatgas Mayor Inf. Ikshanudin didampingi beberapa Perwira bersilaturahmi ke Bupati Belu sekaligus melaporkan diri ke Pimpinan Daerah keberadaan Yonif Raider 142/KJ sebagai Satgas Pamtas di wilayah Belu.

Selain itu Dansatgas juga bersilaturahmi dengan awak Media, tokoh agama di wilayah Kabupaten Belu guna memperkokoh kerjasama sekaligus minta dukungan selama bertugas di daerah perbatasan.

Selain itu melakukan koordinasi dengan Kodim 1605/Belu terkait kegiatan pembinaan teritorial satuan non kewilayahan (Binter Sat Non Korwil) dan mengunjungi Pusat Rehabilitasi di Onoboi, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat.

Tidak saja itu, gebrakan lain seperti peduli sesama di bidang kesehatan, prajurit di Pos Fohuk, Kecamatan Lamaknen Selatan melakukan penanganan terhadap warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan memberikan penanganan medis.

Hal serupa dilakukan prajurit di Pos Turiscain, Desa Maumutin, Kecamatan Raihat yang mendatangi rumah para warga guna melakukan pendataan kurang gizi atau stanting. Dalam pantauan itu ditemukan beberapa balita mengalami kurang gizi akibat kurangnya asupan gizi.

Selain itu anggota di Pos Fatubesi Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur terlibat dalam kegiatan Posyandu dimana membantu tim medis serta kader posyandu di Desa setempat.

Hal itu diungkapkan Dansatgas Mayor Inf. Ikshanudin kepada media saat dihubungi, Kamis (12/9/2019).

Masih menurut dia, Satgas Yonif Raider 142/KJ juga membentuk Team Mobile Clinic (TMC) dengan tujuan agar dapat membantu masyarakat perbatasan dengan mendatangi rumah warga satu-persatu.

Hal ini dilakukan mengingat masyarakat yang berada di perbatasan timur wilayah NKRI ini, masih banyak yang berada pada taraf hidup yang rendah. Sehingga waktu mereka dihabiskan untuk mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Salah seorang warga Rosa (75) menyambut baik kehadiran Team Mobile Clinic (TMC) dan berharap Satgas Pamtas dapat terus memberikan solusi terbaik untuk masyarakat yang berada di perbatasan timur Indonesia ini.

“Ini merupakan upaya Satgas dalam membantu meringankan beban masyarakat yang berada di perbatasan timur Indonesia dibidang kesehatan,” ujar dia.

Team Mobile Clinic (TMC) terdiri atas Dokter Satgas Pamtas Letda Ckm dr. Diggivio Indrianto, Danton Kes Satgas Pamtas Letda Ckm Hendri Dianto serta beberapa Bintara dan Tamtama yang memiliki kualifikasi kemahiran dibidang kesehatan.