Meresahkan, Lima Remaja Balap Liar Diamankan Satlantas Polres Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTonlinenow.com – Satlantas Polres Belu menertibkan aksi balap liar di hari terakhir operasi turangga Patuh 2019 di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Rabu (11/9) sore.

Dalam penertiban itu, Anggota Satlantas berhasil mengamankan lima remaja yang terlibat aksi balap liar dijalur Wekatimun jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat.

Kelima remaja aksi balap liar diketahui tergabung dalam komunitas yang bernama Gass Bless Team Atambua (GBTA). Adapun inisial kelima remaja yakni, Ferli mesak, Andika saputra, Yon kasa (ketua komunitas), Yoseplede Asi dan Irfan Gudare.

Setelah diamankan, Petugas Satlantas Belu memberikan tindakan tilang dan menggiring kelima remaja beserta sepeda motor dimana sebagian bodi dipotong ke Kantor Satlantas Polres Belu selanjutnya memberikan pembinaan.

Kepada awak media, Kasat Lantas Polres Belu, AKP Shabda Putra menuturkan, pihaknya mengamankan aksi balap liar berdasarkan laporan atau pengaduan dari warga masyarakat yang resah dengan aksi balap liar para remaja yang tergabung dalam komunitas GBTA.

Lima Kendaraan Bermotor terlibat balap liar ditahan Polantas Polres Belu

“Kami melakukan razia Operasi Patuh di hari terakhir dan menindaklanjuti pengaduan warga. Sehinga kami menertibkan balap liar,” ujar dia.

“Awalnya mereka hendak melarikan diri, namun petugas Satlantas mengejar hingga akhirnya amankan lalu digiring ke Kantor Satlantas Polres Belu guna diberikan pembinaan,” sambung Shabda.

Lanjut Shabda, pihaknya tetap memberi tindakan tilang terhadap kelima remaja. Selanjutnya memanggil orangtuanya ke Kantor Polisi sekaligus memberi pembinaan kepada kelima remaja tersebut.

Masih menurut Shabda, pihaknya mencatat sebanyak 230 jenis pelanggaran diantaranya 208 tindakan tilang dan 22 tindakan teguran bagi masyarakat selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019.

Adapun data pelanggaran dan Laka Lantas dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 8 September 2019, jumlah pelanggaran sebanyak 230 kasus diantaranya tilang 208 dan teguran 22 kasus.

Sementara jumlah Laka Lantas 3 kejadian, tidak ada korban jiwa, luka berat 1 orang, luka ringan 2 orang dan kerugian materil sebesar Rp 1.650.000.