Grufu Suru Tais Naimeco Timor Leste, Meriahkan Bazar FWI di PLBN Wini

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Wini, NTTOnlinenow.com – Festival Wonderful Indonesia [FWI] Crossborder Indonesia – Timor Leste di PLBN Wini Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara diramaikan dua kelompok tenun ikat dari Timor Leste dan Indonesia, Grufu Suru Tais [Kelompok Tenun Tais] Naimeco dan UKM Feotnai Matani.

Grufu Suru Tais Districk Oecusse Timor Leste, Francisco Cato yang terlibat dalam bazar hari pertama di Wini mengatakan membawa tais [sarung tenun] bukan sekedar untuk berjualan tetapi juga ingin mempromosikan kreatifitas masyarakat di Oecusse.

“Saya senang berada di sini, selain berjualan saya juga promosikan kreatifitas masyarakat Oecusse. Kegiatan ini baik untuk kami, karena makin mempererat hubungan kemitraan warga dua negara”, tutur Francisco Cato, Ketua Pemuda Districk Oecusse Timor Leste sambil melayani pembeli tenunan dan cendera mata khas Timor Leste.

Fransisco Cato dan putranya masuk ke Indonesia bersama staf Kantor Penghubung KBRI Dili yang ada di Districk Oecusse Timor Leste, membawa dagangan tenunan Timor Leste didampingi putranya yang terlihat sangat menikmati berbagai hiburan di event FWI.

Selain Grufu Suru Tais, booth UKM Feotnai Matani asal Kefamenanu juga ramai dipadati pengunjung warga dua negara.  Booth UKM Feotnai Matani memamerkan hasil kerajinan tangan yang terbuat dari perca kain tenunan.
Acesoris berupa kalung, anting, cincin dan gelang dengan harga yang bervariasi diborong para pengunjung dua negara. Tas pesta, tas kantoran, dompet dari tenunan yang dipajangpun jadi rebutan pengunjung.

Santi Silab, pedagang tenunan dari UKM Feotnai Matani mengaku dagangannya banyak dibeli pengunjung.
“Kami di sini memyediakan tenunan berbagai motif. Ada juga acesories yang kami buat sendiri dari perca kain tenun seperti kalung, anting, cincin dan gelang. Semua harga bervariasi. Kalung berkisar 25 ribu sampai 40 ribu rupiah. Anting 10 ribu sampai 35 ribu rupiah, cincin 20 ribu dan gelang 15 ribu rupiah. Harga ini dapat dijangkau masyarakat luas sehingga booth ini selalu ramai. Sementara tenunan setelan harga berkisar dari 300 ribu rupiah hingga 2 jutaan rupiah’, jelas Santi.