Pemkab Malaka Menyambut Baik FWI di PLBN Motamasin

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTOnlinenow.com – Potensi wisata di Wilayah Perbatasan (Crossborder) di Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Leste sangat tinggi. Untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan, Kementerian Pariwisata RI terus mengadakan 12 Event Festival Wonderful Indonesia di wilayah Perbatasan Indonesia.

Sudaryana, Perwakilan dari Kementerian Republik Indonesia [Kemempar RI ], dalam sambutannya pada pembukaan Kegiatan Festival Wonderful Indonesia [WFI] Jumat,6 September mengatakan Kegiatan FWI merupakan kegiatan tahunan yang pada prinsipnya sebagai implementasi dari nawacita Presiden RI.

“Kegiatan FWI ini pada prinsipnya sebagai implementasi dari nawacita Presiden RI Joko Widodo, diantaranya meningkatkan Pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan”, ungkap Sudaryana.

Sudaryana juga mengatakan 12 event sudah dan sementara berlangsung di tiga titik wilayah perbatasan di Nusa Tenggara Timur. “Ada 12 event FWI yang sudah dan sementara akan digelar, yakni 2 kali di PLBN Motamasin, 4 kali di PLBN Wini dan 6 kali di PlBN Motaain. Dari 12 event ini kita harapkan dapat memberi dampak positif bagi warga dua negara dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di tiga wilayah perbatasan khususnya di kabupaten Malaka ini’, harap Sudaryana.

Pemeritah kabupaten Malaka pun menyambut baik kegiatan FWI dan berharap, tujuan utama kegiatan ini bisa terwujud.

“Kami menyambut baik kegiatan FWI di PLBN Motamasin kabupaten Malaka. Sebagaimana disampaikan pihak kementerian bahwa tujuan FWI Crossborder Indonesia – Timor Leste ini terus dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Sehingga hari ini kita kemas dalam kegiatan bazar dan hiburan dengan tujuan agar para pembeli terhibur”, terang Silvester Leto , Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Malaka.

Tujuan lain lanjutnya,”Melalui kegiatan ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara”.

Turut hadir dalam pembukaan Kegiatan FWI, Kepala Dinas Pariwisata
Kabupaten Malaka, Rofinus Bau, pejabat dari PLBN Motamasin, ibu – ibu Persatuan Dharma Wanita Malaka, Pejabat TNI-Polri dan masyarakat sekitar PLBN Motamasin.

Pantauan media ini, para pengunjung FWI semakin ramai memadati lokasi kegiatan hingga acara selesai. Bahkan sebagian warga yang terlibat dalam kegiatan bazar langsung mendatangi stand yang disiapkan guna mengisi barang – barang dagangannya.

Persatuan Dharma Wanita Kabupaten Malaka hadir mempromosikan hasil kerajinan tenun ikat dan Kuliner khas Malaka. Tenunan bermotif Futus dan Fafoit banyak dibeli pengunjung dari Indonesia dan Timor Leste.

“Kami senang, dengan mengikuti bazar ini tenunan yang kami bawa diminati banyak pengunjung. Ini juga sebaga ajang memperkenalkan tenunan ikat asal kabupaten Malaka ke tamu pengunjung”, ungkap ibu Yemi Ngongo, Ketua Dharma Wanita Malaka Tengah.

Lanjutnya ,”Kalau ada tamu pejabat dari Provinsi, kami juga promosikan tenunan hasil karya tangan mama – mama di desa. Dan dalam sehari kain tenunan bisa terjual 3 sampai 4 lembar. Untuk kain Futus itu harga per lembar 5 ratus sampai 6 ratus ribu rupiah sedangkan kain Fafoit harga per lembar 1,5 juta rupiah”, ungkap ibu Yemi.