Rem Blong, Sopir Truk Tangki Air Tabrak Pohon Hingga Terguling

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Akibat rem blong, truk tangki air nopol DH 9354 D terguling di jalan Marsda Adi Sucipto, lampu merah sentral-Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, (5/9/2019).

Insiden truk terguling di jalur Halifehan menuju perbatasan Mota’ain terjadi sekitar pukul 16.14 Wita. Tidak ada korban jiwa hanya sopir dan seorang penumpang mengalami luka-luka akibat pecahan kaca.

Kondisi kendaraan rusak berat, selain kaca mobil pecah dan bodi truk penyot, roda ban depan kiri terlepas dari as roda depan. Beruntung saat kejadian kendaraan parkir di lampu merah masih jauh dari lokasi kecelakaan.

Sesuai keterangan dari beberapa warga yang juga saksi di lokasi kejadian menuturkan, truk tangki air dengan muatan 5.000 liter air melaju dari arah Haliwen menuju Kota. Warga kaget dengan bunyi keras dan dilihat truk sudah terguling di jalan menurun lampu merah simpang sentral.

Sopir truk tangki air yang berada di lokasi itu mengaku, saat kendaraan tiba di jalur lokasi kecelakaan menurun lampu merah tiba-tiba rem mobilnya. Arah satu jalur, ada kendaraan besar dan sepeda motor yang sedang parkir di lampu merah menunggu lampu hijau.

Menghindari kecelakaan lebih besar, dengan spontan sopir langsung mengajarkan kendaraan menuju pinggir jalan hingga menabrak sebuah pohon guna menghentikan laju kendaraan.

Tabrakan itu mengakibatkan truk tangki berisi air hingga terguling di jalan raya jalur menuju Kantor Camat Atambua itu. Kondisi truk rusak parah, keempat roda diatas, namun hanya tiga roda, sebab satu rodanya langsung terlepas dari as roda depan.

Sopir bersama seorang penumpang yang mengalami luka-luka pada bagian wajah dan paha akibat pecahan kaca mobil usai mengalami kecelakaan langsung dibawa ke RSUD Atambua.

Akibat kecelakaan itu arus lalu lintas di jalur Halifehan mengalami kemacetan yang panjang. Nampak, warga sekitar bantu mengatur lalu lalang kendaraan hindari kemacetan. Setelah dua jam lebih mobil baru bisa dievakuasi dengan bantuan kendaraan teronton Dinas PUPR Kabupaten Belu.