Belum Bayar Gaji Guru Honorer dan Penjaga Sekolah, SMP St Yoseph di Segel

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Belum diterimanya gaji guru honorer sejak bulan Januari 2019, berdampak pada penutupan gedung Sekolah SMPK St. Yoseph Kote, Noemuti kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Para pelajarpun harus menelan pil pahit dari peristiwa tersebut. Selain 9 ruangan kelas, termasuk ruangan tata usaha dan ruangan lab bahasa, penjaskes juga tidak dibuka penjaga sekolah selama dua hari. Kegiatan Belajar Mengajar [KBM]juga tidak berjalan selama dua hari penuh.

Kepala Sekolah SMPK St. Yoseph Noemuti, Klemens Bere Musu yang ditemui Selasa siang [03/09/2019] di sekolah mengakui lumpuhnya KBM selama dua hari lantaran ruangan kelas tidak dibuka penjaga sekolah. Dirinya kaget ketika di hari keduapun pintu kelas masih dalam kondisi terkunci padahal sudah pukul 10. 00 wita.

“Tadi saya ada bersama dengan ketua komite dan kemarin itu begitu mau upacara, semua ruangan kelas masih terkunci. Anak – anak tidak bisa menyimpan perlengkapan belajar mereka. Bagaimana ini, sampai pukul 10.00 Wita anak – anak yang berseragam masih berkeliaran di luar kelas”, kisahnya

Kepsek Klemens melanjutkan, ia juga sempat menelpon pengawas dan meminta piket menjemput penjaga sekolah, Agustinus Salu.

“Saya coba telpon pengawas, saya paksakan piket pergi jemput penjaga sekolah tapi saat ke sana katanya dia sakit. Anehnya info lain yang diterima, si penjaga sekolah lagi ke kampung sebelah mengikuti acara keluarga. Kalau seandainya sebagai penjaga sekolah dia mau segel sekolah ini, kita perlu tau dulu alasannya apa, perlu disampaikan baik – baik ke saya karena saya juga pimpinan. Semua bisa diselesaikan tapi kalau caranya seperti ini, saya pikir bukan kewenangannya menyegel sekolah. Rencana Rabu besok kita ganti kunci semua ruangan agar KBM dapat berjalan normal kembali”, tandas Klemens.

Disinggung mengenai keterlambatan pembayaran gaji guru honorer, Kepsek Bere Musu tidak membantah. Namun menurutnya, keterlambatan itu bukan disengajakan pihak sekolah. “Memang betul ada keterlambatan pembayaran gaji guru honorer, tapi bukan disengajakan pihak sekolah dan tidak berarti juga dengan masalah itu kita korbankan anak didik kita sendiri. KBM jelas tidak bisa berlangsung karena semua ruangan terkunci. Tidak mungkin kita langsungkan KBM di luar kelas. Yah..Sudah dua hari ini semua pintu kelas terkunci termasuk ruangan Tata Usaha, Lab Bahasa, ruang Penjaskes”, pungkas Klemens.

Menyangkut honor, Klemens mengakui dirinya juga belum mendapat informasi jelas. “Saya juga belum dapat informasi soal honor itu. Kalau benar sekolah ini disegel karena alasan itu, saya pikir itu bukan wewenang penjaga sekolah. Dia tidak bisa ambil sikap segel sekolah ini. Tidak ada salahnya apa yang menjadi masalah disampaikan ke saya, karena saya juga punya pimpinan. Dan saya sudah bertemu Romo pada Sabtu [31/08/2019] lalu membicarakan hal ini. Sekolah kita masih membutuhkan pembenahan, yang mana kualifikasi pendidikan kita belum memenuhi aturan.

Untuk SMPK St. Yoseph Kote – Noemuti, ada guru PNS, guru tetap Yayasan, guru Kontrak Daerah, guru Honorer dan 1 penjaga sekolah.

Dan untuk 4 orang guru honorer itu selama ini saya yang kasih gaji karena ketentuan dana bos itu Kepsek yang mengelola. Hanya saja masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi sehingga gaji mereka terlambat dibayar. Sampai dengan saat ini saya masih terus berkoordinasi dengan dua komponen penting yakni Yayasan dan Dinas, agar tidak salah dalam mengambil sikap apalagi menyangkut hak orang lain”, singkat Klemens menutup pembicaraannya.