Sopi Pepaya Asli TTU, Laris Terjual Pada FWI di Perbatasan Motaain

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wine Anggur Asli dengan kadar 15 – 20 % dan Sopi Pepaya berkadar 42 – 45 %, milik Kelompok Bhakti Mandiri Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara, laris terjual di Perbatasan Motaain kabupaten Belu dalam Kegiatan Festival Wonderfull Indonesia.

Pengelola Wine Anggur Asli dan Sopi Pepaya di TTU, Frater Yohanes Ary dari Kelompok Bhakti Mandiri – SCC Kefamenanu di sela – sela kesibukkannya melayani pembeli menyampaikan Sopi olahannya itu asli buatannya sendiri menggunakan buah – buahan segar.

“Sopi Pepaya Bhakti Mandiri – SCC adalah sopi asli asal Kefamenanu kabupaten Timor Tengah Utara [TTU] yang kami buat dengan memanfaatkan buah – buahan segar seperti pisang dan pepaya. Dari buah – buahan segar yang tumbuh menjamur di tanah Timor dapat menghasilkan sopi yang berkualitas tinggi tidak kalah dengan minuman Produk Luar”, jelas Frater Ary.

Menurutnya sebagai seorang Imam, selain menjalankan tugas melayani umat di dalam Wilayah Keuskupan Atambua, ia juga berusaha menjalankan salah satu Program Keuskupan Atambua [KA], dalam upaya peningkatan Ekonomi Umat.

“Ini juga salah satu kegiatan menjalankan Program dari Keuskupan Atambua, yakni Program Quantum Transformation [Pemberdayaan Sumber Daya Lokal]. Yang mana semua kegiatannya diharapkan dapat membantu meningkatkan Ekonomi Umat,” sambung Frater Ary.

Nampak di hari pertama dan kedua [31/8 /2019- 01/09/2019] kegiatan FWI yang digelar ke dua kalinya di Perbatasan Motaain, stand Kelompok Bhakti Mandiri – SCC paling ramai dipadati pengunjung dan didominasi oleh pemuda perbatasan RI – RDTL.

Dalam waktu yang sama, Budi Sarjono, Kepala Sub Bidang Area 1V B Asdep Regional III Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1 yang mewakili Timur, berharap kegiatan FWI di Perbatasan Motaain dapat berjalan sesuai rencana dan bisa memberi dampak postif kepada perekonomian di perbatasan. “Kami berharap, kegiatan FWI ini bisa berjalan baik dan dapat memberi dampak positif kepada perekonomian di perbatasan”, ungkap Budo Sarjono.
Lanjutnya, “Kegiatan ini adalah tindaklanjut dari Nawacita untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di pinggiran”.

Sesuai rencana, kegiatan FWI akan dilakulan sebanyak 13 kali di seluruh PLBN di Nusa Tenggara Timur.