Tidak Boleh Berpuas Diri Dengan Capaian Pertumbuhan Ekonomi

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pertumbuhan ekonomi yang telah mencapai 6,36 persen merupakan sebuah prestasi yang menggembirakan. Walau demikian tidak boleh cepat untuk berpuas diri.

Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi sampaikan ini ketika membuka kegiatan rapat koordinasi (Rakor) pimpinan daerah terkait peningkatan kualitas penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Kupang, Selasa (27/8/2019).

Nae Soi mengatakan, sembilan bulan lalu, pertumbuhan ekonomi NTT masih berkisar 5,18 persen. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pertumbuhan ekonomi NTT terus mengalami peningkatan selama beberapa bulan terakhir hingga mencapai 6,36 persen.

“Hanya dengan kerja keras semua elemen masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi NTT semakin membaik dan terus mengalami trend positif,” kata Nae Soi.

Ia menyatakan, Pemerintah NTT terus berupaya mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di provinsi berbasis kepulauan ini. Karena kehadiran investor memberi trend positif bagi daerah dan masyarakat. Karena pertumbuhan ekonomi yang dicaai itu masih belum optimal untuk menurunkan angka kemiskinan NTT.

Pada kesempatan itu Nae Soi menyampaikan, stunting dan gizi buruk pun menurun dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dicapai dengan berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Lebih lanjut ia mengakui, angka kemiskinan NTT masih terbilang cukup tinggi. Karenanya, pemerintah NTT terus bekerja keras dengan segala daya dan upaya guna menurunkan angka kemiskinan dimaksud. Salah satunya dengan menciptkan iklim investasi yang kondusif agar para investor mau menanamkan modalnya di NTT.

“Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya investasi bagi kemajuan negara dan daerah,” papar Nae Soi.

Ia mengibaratkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) seperti ginjal dalam organ tubuh. Dimana dinas ini punya peranan penting dalam pengembangan investasi daerah.

“Aturan yang kita punya sudah sangat lengkap, tinggal yang diperhatikan adalah komitmen dan konsistensi dalam penerapannya,” tandas Nae Soi.

Ia berharap agar dalam rakor yang digelar ini dilakukan upaya sinergitas, sinkronisasi dan kolaborasi. Tidak hanya sekadar koordinasi, tapi kolaborasi. Kolaborasi berarti saling menghidupkan dan ada keterikatan yang sangat kuat antara pusat, provinsi dan daerah. Sehingga saat melakukan kegiatan perizinan harus cepat, teliti, ramah dan memiliki etos kerja melayani.

Kepala Dinas PM-PTSP NTT, Marsianus Jawa dalam laporannya menyampaikan, kegiatan rakor ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas akan pemahaman tugas dan fungsi pelayanan PTSP serta meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Diharapkan kegiatan ini dapat merumuskan langkah strategis terhadap percepatan pelayanan menjadi pelayanan prima.

“Kami mengaharapkan adanya dukungan komitmen dari pimpinan daerah dan DPRD kabupaten/kota bagi pelaksanaan tugas PTSP,” pinta Marsianus.