Herbin Saragih, Event FWI Harus Menciptakan Stimulus Jadi Incubator Economy

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Salah satu sumber terbesar devisa adalah dari sektor pariwisata. Pemerintahpun menargetkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia pada tahun 2019 mencapai 20 juta orang. Targetnya lebih besar dari jumlah wisatawan yang datang di tahun 2018 lebih dari 16 juta orang. Untuk mencapai target tersebut pemerintah RI melalui Kemempar RI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan kabupaten kota perbatasan melakukan berbagai event di berbagai wilayah Perbatasan.

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak ekonomi warga perbatasan, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia [Kemenpar RI] kembali menggelar event Festival Wonderful Indonesia di wilayah Perbatasan RI – RDTL. Desa Wini kecamatan Insana Utara kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, untuk kedua kalinya terpilih sebagai tempat diselenggarakannya Event FWI tepatnya di PLBN Wini.

Herbin Saragih, mewakili Asisten 1 Kemenpar RI merasa kehadiran pihak Kemenpar RI di Wilayah Perbatasan RI RDTL dalam berbagai event dapat membantu mendongkrak ekonomi di perbatasan sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan.

“Kemenpar RI hadir untuk membangun sinergitas, membangun hubungan baik, membangun Indonesia dari pinggiran”, tandas Saragih saat ditemui nttonline di lokasi kegiatan, Sabtu[24/08] .

Ia juga menyampaikan alasan kegiatan FWI dilaksanakan di PlBN Wini. ” Kita selenggarakan kegiatannya di PLBN Wini karena Wini merupakan pintu masuk resmi orang Tiles ke Indonesia. PLBN bukan hanya arus perdagangan, arus perlintasan manusia tapi PLBN diharapkan menjadi incubator – incubator pariwisata yang menjadi destinasi. Kegiatan hari ini mendekatkan yang jauh, artinya kita menyiapkan kebutuhan – kebutuhan karena kebutuhan pokok dari Timor Leste sebagian masih diambil dari Indonesia. Ini kita juga sajikan musik, sambil belanja mereka bisa menikmati hiburan karena target kita adalah mendatangkan wisatawan sebanyak – banyaknya dari luar negeri. Target mendatangkan wisatawan Tiles itu 1 juta 750 orang di tahun 2019. Kita buat strategi, mereka belanja dan menikmati hiburan sekaligus mempererat silaturahmi”, jelasnya

Lanjutnya, “Kita mau warga kedua negara yakni Indonesia – Timor Leste mematuhi aturan bahwa semua transaksi yang berlaku itu legal. Kita buka bazar, ada kuliner, berbagai produk makanan dan miuman dijual di sini, ada tenunan hasil kerajinan mama – mama di TTU, mereka yang berjualan di pasar juga sebagian kita ajak ke sini. Setiap kegiatan kita harus menciptakan stimulus untuk menjadi incubator ekonomi. Jika sukses ke depannya akan menjadi Calender of Event, semakin banyak kegiatan dan transaksi di sini akan menunjukkan ada keuntungan dari setiap event kemenpar. Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Pusat khususnya Kemenpar RI dalam meningkatkan ekonomi di kabupaten TTU, khususnya di wilayah perbatasan”, demikian Saragih

Apresiasi yang tinggi juga datang dari Marya Onny Silaban, mewakili Kantor Penghubung KBRI Dili di Districk Oecusee .

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada Kemenpar RI yang mana telah dua kali memilih desa Wini Humusu C sebagai tempat kegiatan Festival Wonderful Indonesia dan melibatkan kamijuga dari negara Timor Leste”, ungkap Maria Onny Silaban.

Marya Ony Silaban yang turut hadir didampingi beberapa tamu undangan lainnya lebih lanjut menjelaskan,
“Tugas kita sesuai visi dan misi itu meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia dan Timor Leste dari Perbatasan”, ungkap Maria Silaban.

Sambungnya, “Kegiatan Kemenpar RI yang ke -2 diselenggarakan di PLBN Wini menunjukkan adanya Indonesia corporated karena kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Sekali lagi, kegiatan ini sangat baik karena diselenggarakan tidak hanya mengembangkan potensi seni budaya tapi juga potensi ekonomi yang ada di desa Wini, Insana Utara, dari konteks TTU. Sementara dari konteks Tiles, sangat membantu meningkatkan geliat ekonomi, budaya,seni dari Timor Leste khususnya Oecusse. Ini perlu terus diselenggarakan dan dipublikasi. Harapan kami dari kegiatan ini, kali berikut ada peserta dari Oecusee untuk terlibat dalam berbagai event ini khususnya bazar”, pinta Marya.

Kemenpar RI akan terus mendorong Destinasi Crossborder sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Pihak Kemenpar RI juga akan terus konsisten menggelar even berskala Internasional untuk mendatangkan wisatawan mancanegara terutama negara tetangga Timor Leste.