BBGRM ke-VXI 2019, Bupati Lay : Kabupaten Belu Salah Satu Daerah Terancam Kekeringan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay Pemerintah Kabupaten Belu menggelar pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-VXI tingkat Kabupaten tahun 2019.

Kegiatan pencanangan BBGRM ke-VXI dipadukan dengan Hari Gerak Kesatuan (HKG) ke-47 yang terpusat di lapangan Kantor Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (24/8/2019).

Acara BBGRM bertajuk dengan bulan bhakti gotong royong masyarakat kita tingkatkan semangat kegotomgroyongan masyarakat desa demi mewujudkan belu yang berkualitas, mandiri, maju, demokratis dan berbudaya, dan tema HKG tingkatkan kinerja gerakan PKK selaras dengan program pemerintah.

Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay ditandai dengan penabuhan gong BBGRM didampingi Ketua Tim PKK Ny. Vivi Lay, Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho dan Kajari Belu, Alfonsius Loe Mau.

Bupati Lay dalam sambutan mengatakan, secara sederhana gotong royong itu setiap hari kita sebut, tetapi dengan berkembangnya jaman gotong royong ini semakin pudar.

“Makna gotong-royong itu harus kita maknai sama-sama dengan berasakan Pancasila. Gotong royong sebelum negera ini memproklamirkan kemerdekaan sudah ada dan ini satu budaya peninggalan nenek moyang yang harus kita jaga terus dengan mengembangkan pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Dikatakan, tema BBGRM ini gotong royong dalam melakukam apa sehingga berkualitas karena isu nasional adalah santing. Dirinya setuju bahwa kita harus bersama-sama melakukan sesuatu, memberikan pikiran gotong royong bagaimana stanting harus keluar yakni lakukan penyuluhan bersama-sama seluruh unsur elemen bergerak bersama menyampaikam pada masyarakat bahwa saat ini menjadi isu nasional stanting di Kabupaten Belu cukup memprihatinkan.

“Data tahun 2018 stanting di Belu 46,8 persen berangsur turun dari 2013 sampai 2017 dimana 4 tahun turun 8,2 persen berarti setiap tahun turun 2 persen. Saya inginkan kalau bisa angka penurunan dan himbau kepada masyarakat angka itu tidak turun 2 persen tetapi bisa 3 sampai 5 persen. Kita butuh kerja luar biasa sehingga bisa hasilkan sesuatu yang luar biasa,” pinta Lay.

Kesempatan itu, diutarakan bahwa sampah plastik berserakan dimana-mana, karena itu mari kita perangi sampah dalam kegiatan sebulan pencanangan BBGRM ini.

“Saya himbau semua bersama-sama bergotong royong bersihkan sampah plastik yang berserakan. Supaya tidak berserakan dimana-mana buatkan papa peringatan disini bukan tempat sampah di setiap desa sehingga akan buat kesulitan berkualitas dan kalau itu sudah maka akan mandiri. Mari perangi sampah bersama-sama dalam kegiatan sebulan ini,” ajak Lay.

Kita disini tidak punya air dan sy telah berulang ulang kali sampaikan untuk keluar dri kemiskinan kita harus bagaimana melihat peternakan sebagai sektor unggulan masyarakat belu.

Lay menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat Belu tentang di berita dalam surat kabar kali lalu ada beberapa Kabupaten salah satu di Belu terancam kekeringan masalah pokok air bersih.

“Air minum di bulan saat ini akan kekeringan semakin langkah. Khusus Atambua kita ambil dari wematan atau tirta, tapi sumber di wematan menjadi kering. Kedua di lahurus ada beberapa sumber mata air juga di Weoe. Molos Oan sudah kita ambil sementara konstrusksi dan diharapkan bulan depan selesai warga di Kota Atambua bisa nikmati air bersih,” ucap Lay.

Sementara itu Ketua Tim PKK Belu Vivi Lay mengatakan, tingkatkan kinerja PKK maka tim akan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dengan penurunan angka stanting di daerah perbatasan Belu.

“Diharapkan kerjasama yang baik selama ini tetap terjalin dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan,” pinta dia.

Sebelumnya dalam laporan panitia yang disampaikan Yerem Nahak, meminta agar BBGRM perlu dilestarikan, dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena BBGRM memperkuat partisipasi dalam pembangunan melibatkan seluruh masyarakat.

Dalam acara pencanangan BBGRM ke-VXI dan HKG ke-47 dilakukan juga penanaman anakan simbolis di lapangan Kantor Desa Derok Faturene dan penaburan ratusan benih ikan di cekdam milik Desa setempat.