Warga Belu Diminta Jaga Situasi Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden dan DPR

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga masyarakat Kabupaten Belu diminta agar selalu menjaga suasana keamanan ketertiban masyarakat jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indinesia ke-8, DPR RI, DPD serta DPRD mendatang.

“Kepada warga masyarakat kabupaten Belu untuk tetap menjaga situasi kamtibmas di seluruh wilayah perbatasan Belu agar tetap aman tertib dan damai,” pinta Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan kepada media, Jumat (16/8/2019).

Himbauan menjaga situasi kamtibmas disampaikan juga Wabup Ose terkait dengan penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) Belu yang tahapannya akan dimulai pada bulan September 2019 akan datang.

Ose menegaskan bahwa, Belu adalah tanah sahabat. Karena itu, setiap warga masyarakat perlu untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tanah sahabat perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Mantan Sekda Belu itu mengatakan, Pemerintah serta masyarakat sama-sama ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban bersama dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam hal ini TNI dan Polri.

Sebab, hal tersebut menjadi tanggungjawab moral bersama agar seluruh tahapan Pilpres berakhir dengan aman,tertib dan damai termasuk saat dilantik sebagaimana hasil Pilpres sudah diumumkan KPU pada bulan April lalu.

Dijelaskan, masyarakat Kabupaten Belu berdasarkan tatanan nilai keadatan dan ketimuran juga ada norma-norma yang berlaku baik sebagai adat dan sesuai aturan lain. Masyarakat kabupaten Belu bukan tipikal masyarakat yang bertipekan menciptakan konflik.

“Mereka tetap taat dan patuh kepada aturan yang ada kemudian juga nilai dasar kearifan lokal kita dimana nama Belu yang artinya sahabat menjadi sebuah modal bagi masyarakat untuk hidup rukun sebagai warga negara. Saya kira kita di Belu aman dan mendukung penuh hasil Pilpres,” ungkap dia.

Lanjut Ose, masyarakat Kabupaten Belu ikut berharap agar ke depan Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dapat melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan baik.

Disebutkan, Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan saat ini kondisi sangat kondusif. Namun, diminta kepada seluruh warga masyarakat di wilayah Belu agar tetap waspada, sehingga tidak terpapar dengan isu-isu negatif seperti radikalisme dan terorisme.

“Di tengah situasi Belu yang kondusif dimana masyarakat hidup dalam kerukunan, persaudaraan dan kekeluargaan, tetap kita harus waspada. Di samping kita punya keinginan agar proses bermartabat ini dilakukan dengan baik, kita perlu tetap waspada,” pesan dia saat ditemui usai Sidang DPRD Belu.

Masih menurut Ose, selain persoalan Pilpres, dihimbau juga kepada masyarakat agar tetap bijak dan menjaga situasi terkait penyelenggaraan Pilkada Belu yang tahapannya akan dimulai pada September 2019 mendatang dan pelantikan DPRD dan DPR RI pada bulan September mendatang.

“Tahapan pelantikan baik Presiden dan Anggota legislatif yang akan dilakukan merupakan rangkaian dari pesta demokrasi di negeri ini yang mesti dijaga kewibawaannya hingga akhir tahapan,” pungkas Ose.