Presiden Jokowi Siap Panen Garam di Kupang

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan panen perdana garam di Kabupaten Kupang pada 21 Agustus mendatang.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat sampaikan ini dalam pidatonya pada peringatan detik-detik proklamasi HUT RI ke-74 di alun-alun rumah jabatan gubernur, Sabtu (17/8/2019).

Laiskodat mengatakan, NTT memiliki potensi garam yang besar. Sebagai provinsi kepulauan, NTT memiliki garis pantai yang panjang. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan garam nasional masih diimpor dari negara lain.

“Kita berkomitmen agar NTT sebagai pemasok garam nasional untuk mengurangi impor garam,” kata Laiskodat.

Ia menyatakan, produksi garam yang hendak dipanen Presiden Jokowi ini memiliki kualitas yang setara dengan garam impor asal Australia. Karena itu pihaknya terus mendorong agar produksi garam terus ditingkatkan sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat petani garam.

Laiskodat mengungkapkan, NTT juga memiliki potensi laut yang melimpah. Untuk pertama kali dalam sejarah, NTT mengekspor 25 ton rumput laut ke Argentina. Ini sebagai bukti kerja kolaboratif, kerja sama melalui langkah-langkah besar.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sentra-sentra sentra potensi rumput laut yang besar sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor secara berkelanjutan,” tandas Laiskodat.

Pada kesempatan itu ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merawat kebersamaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA, radikalisme dan hoaks yang berpotensi memecah-belah belah persatuan bangsa dan negara.

“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk gotong royong berpartisipasi aktif secara mandiri mendukung dan mengisi pembangunan NTT,” ajak Laiskodat.

Ia menambahkan, pembangunan pariwisata, kesejahteraan rakyat, optimalisasi kekayaan laut, pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi dapat dicapai bila didukung ide-ide kreatif, kerja jujur. Masyarakat wajib menjaga garda terdepan membela bangsa dan secara tegas melawan para pihak yang anti Pancasila dan NKRI. Juga harus berani melawan praktek- praktek terorisme.

“Kita harus menjadi masyarakat nasionalis dan unggul di era pengetahuan seperti ini agar tidak dikendalikan bangsa lain,” ujar tegas Laiskodat.