Dorong Ekonomi Warga, Festival Wonderful Indonesia Hadir di PLBN Mota’ain Batas RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menyelenggarakan Festival Wonderful Indonesia di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan Festival Wonderful Indonesia dilaksanakan selama dua mulai pembukaan Sabtu 17 sampai Minggu 18 Agustus besok bertempat di PLBN Mota’ain berbatasan darat langsung dengan Distric Bobonaro Negara Timor Leste.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Sabtu (17/8/2019) siang kegiatan Festival tersebut melibatkan para pelaku ekonomi seperti UKM, pengusaha lokal di daerah perbatasan dengan Timor Leste.

Nampak dua puluh stand berdiri yang mengelilingi panggung utama Festival itu. Setiap stand menjual berbagai hasil karya khas masyarakat perbatasan seperti kain tenun adat, bahan sembako serta hasil karya lainnya.

Kepala Bidang Pemasaran Area Dua Regional III Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Indonesia Hendry Noviardi mengatakan, Festival Wonderful Indonesia ini salah satu program dari Kementerian khususnya Deputi Pemasaran I.

“Kita ada beberapa program dalam rangka untuk peningkatkan kunjungan wisatawan melalui cross border perbatasan, kemarin kita laksanakan konser musik dua kali di Atambua,satu kali di Malaka dan satu kali di Kefa,” ujar dia.

Lanjut Hendry, selain dari konser musik kita juga mengarahkan kegiatan yang namanya Festival Wonderful Indonesia. Kegiatan ini arahnya pada untuk peningkatkan perekonomian.

“Jadi aktifitas pasar. Kita mengerahkan pasar dengan menggandeng beberapa pedagang, distributor kita adakan di area PLBN. Intinya nanti untuk wisatawan Timor Leste yang biasanya belanja di Kota Atambua mungkin dengan kegiatan ini mereka lebih diuntungkan dengan waktu dan harga. Karena kita ada komit dengan pedagang ada harga khusus,” terang dia.

Dengan adanya Festival Wonderful Indonesia ini diharapkan makin banyak warga Timor Leste sebagai wisatawan bisa berkunjung datang di kegiatan ini. Untuk tahun 2019 kegiatan ini sendiri kita adakan 12 kali di 3 PLBN di wilayah NTT.

“Enam kali rencana kita lakukan di PLBN Mota’ain Belu, empat kali di PLBN Wini TTU dan dua kali nanti di PLBN Motamasin Malaka. Jadi mungkin dalam tiga bulan terakhir ini tiap minggu ada pergerakan. Setelah disini minggu depan tanggal 24, 25 kita adakan di Wini, kemudian minggu berikut diadakan di Mota’ain, terus nanti bergulir di tiga PLBN,” urai Hendry.

Inti dari kegiatan festival ini jelas dia, mendekatkan pedagang dan pembeli, nantinya ada pergerakan perekonomian untuk peningkatkan perekonomian masyarakat di perbatasan.

Sementara itu Deputi Bidang Pengelola Potensi Kawasan Perbatasan Boytenjury saat membuka Festival Wonderful Indonesia mengatakan, Presiden Jokowi melalui program Nawacita membangun 7 PLBN, 3 di Kalimantan, 3 di NTT dan 1 di Papua.

“Untuk tahun berikutnya beliau (Presiden Jokowi,red) telah menginstruksikan kembali akan bangun 11 PLBN. Dalam hal ini sekarang telah selesai 7 PLBN. Beliau ingatkan, kita membangun kawasan perbatasan tidak hanya bangun fisik seperti ini, tapi kita juga harus membangun dan menggerakan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan,” ujar dia.

Jelas Boytenjury, selama ini di kawasan perbatasan yang mempunyai potensi-potensi yang cukup besar selama ini belum dikelola secara optimal. Dari sisi potensi yang ada seperti di daerah perbatasan Belu ini ada beberapa hal terkait dengan sumber penghasilan yang dapat dikembangkan.

“Seperti di sektor pertanian pertanian dan pariwisata. Khusus pada hari ini kita coba mengangkat dengan tema Festival Wonderful Indonesia, Cross Border. Terimaksih buat teman-teman Pariwisata yang telah mencoba mengangkat salah satu potensi yang ada di kawasan perbatasan Kabupaten Belu ini yaitu terkait dengan potensi pariwisatanya,” ungkap dia.