Kapasitas Kapal Feri di NTT Belum Memadai

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kapasitas semua kapal feri yang beroperasi di NTT selama ini dinilai belum memadai karena tidak cocok dengan perairan NTT, terutama laut Sawu.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/8/2019)

Isyak mengatakan, kapal feri yang beroperasi di NTT dikelola oleh dua perusahaan. PT ASDP Feri Indonesia mengelola delapan kapal dan tiga unit dikelola PT Flobamora. Namun semua kapal feri dimaksud tidak cocok dengan perairan NTT karena di bawah 2.000 gross tonase (GT). Hanya dua kapal yang berkapasitas di atas 1.000 GT, yakni KMP Lakaan dan KMP Ile Labalekan.

“Kapal yang agak tepat beroperasi di perairan NTT harus berkapasitas di atas 2.000 GT,” kata Isyak.

Ia menyampaikan, jika kapal yang ada berkapasitas di atas 2.000 GT, tentu akan tetap beroperasi bila tinggi gelombang berkisar antara dua sampai dua setengah meter. Yang terjadi selama ini, karena kapasitas kapalnya sangat kecil, maka gelombang setinggi demikian pun, terpaksa kapal tidak dioperasikan. Ini tentu sangat merugikan masyarakat yang hendak bepergian menggunakan transportasi laut.

“Kita upayakan agar ada bantuan kapal yang berkapasitas sesuai perairan NTT karena transportasi laut menjadi andalan untuk mobilisasi orang dan barang dengan harga terjangkau,” papar Isyak.

Ia mengungkapkan, saat ini hanya 10 kapal feri yang beroperasi. Karena KMP Ile Boleng yang dikelola PT Flobamora dalam kondisi rusak dan sedang di tempat docking.

“Memang jumlah kapal feri yang beroperasi berkurang, tapi pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut, tetap berjalan normal,” tandas Isyak.

Ia berargumen, walau kapal feri melayani rute pelayaran sesuai jadwal yang ditetapkan, tapi pihaknya juga mendorong agar ada penambahan kapal cepat. Selama ini, kapal cepat yang beroperasi yakni Kupang- Rote, PP dan Kupang- Sabu, PP. Pada September mendatang, akan dioperasikan kapal cepat rute Kupang- Larantuka, PP dan Kupang- Waingapu, PP.

“Biarkanlah kapal cepat dan kapal feri bersaing secara sehat karena rute pelayaran dua jenis kapal ini sama,” terang Isyak.