Deputi BNPP Resmikan Mess PLBN Mota’ain di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Mess Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste diresmikan, Selasa (13/8/2019).

Peresmian oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon didampingi Bupati Belu, Willybrodus Lay ditandai dengan pengguntingan pita disaksikan sejumlah pejabat yang hadir.

Selain peresmian penggunaan mess dilakukan juga sosialisai pengelolaan pasar PLBN Mota’ain yang berbatasan darat langsung dengan bekas Provinsi ke-27 Timor-Timur sekarang Negara Timor Leste itu.

Robert Simbolon mengatakan, dengan peresmian hari ini diharapkan kepada staf PLBN untuk menggunakan mess dengan sebaik-baiknya. “Ini adalah rumah negara, barang milik kita karena itu mari kita gunakan dengan saik-baiknya searif-arifnya,” pinta dia.

Jika ada kendala perbaikan mess jelas Simbolon, bisa diperbaiki sendiri tetapi alangkah baiknya silakan berkoordinasi dengan bawahan atau staf pengelola perbatasan yang berada di PLBN.

“Gunakanlah mess karyawan dengan sebaik- baiknya, tinggal dengan penuh cinta, kalau anda tidak bawa cinta jangan tinggal di mess karena dengan cinta anda akan tinggal nyaman,” ingat dia.

Dikatakan, segera setelah kita gunakan mess kita akan langsung masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap penggunaan pasar dan rencana paling lambat 17 September seluruh akifitas di pasar sudah mulai berjalan dan kalau bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Dari 7 PLBN yang dibangun PLBN Mota’ain sebagai percontohan dalam proses penggunaan seluruh fasilitas dan layak jadi percontohan untuk PLBN lainnya,” ujar Deputi itu.

Asrama PLBN

Simbolon juga ajukan permohonan pada Bupati, Camat Tasifeto Timur dan Kades Silawan agar terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan seluruh jajaran demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga di perbatasan.

Diakatakan, kami selalu menyediakan diri untuk mendapatkan masukan guna peningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Belu. Jaga selalu kerjasama dengan Pemkab dan seluruh stakeholder.

“Pentingnya koordinasi, komunikasi. Jangan sampai kehadiran PLBN membuat pengkotak-kotakan. PLBN kita bangun untuk mengisolasi masyarakat dari dinamiki perlintasan. Jadikan keberadaan kita di perbatasan sebagai simbol merah putih,” tandas Simbolon.

Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi atas perhatian yang telah membangun Indonesia dari tepian negri rai Belu.

Dikatakan, pembangunan PLBN yang bagus tidak sejalan dengan kondisi masyarakat di perbatasan terutama warga baru (eks Timor-Timur) yang mana masih tinggal di tempat tidak layak, kemudian persoalan air bersih.

Selanjutnya persoalan batas negara yang dibatasi sungai berpindah masuk ke wilayah Indoneisa sekitar 50 hektare akibat terkikis air. Karena itu dimohon perhatian serius dari Pemerintah Pusat.

“Hal berikut soal pemberdayaan masyarakat perbatasan, seperti budidaya ternak sehingga menambah penghasilan guna tingkatkan ekonomi mperbmasya. Kami harap melalui Pak Deputi bisa menyampaikan ke Pak Presiden sehingga bisa membantu kami,” pinta Lay.

Turut hadir dalam acara itu, Kepala BNPP Provinsi NTT, Kepala Balai Prasarana wilayah NTT, Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah XIII NTT, Administrator PLBN Mota’ain, Pejabat CIQ Indonesia, Danramil Wedomu, Kapospol Mota’ain, Camat Tastim, Tokoh Agama serta Pejabat undangan lainnya.