Sidang Paripurna Amburadul, Ketua BK Dewan Belu Jhon Atet Minta Anggota Disiplin

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sidang Paripurna DPRD Belu dengan agenda pembahasan KUA-PPAS Tahun 2020 yang berlangsung, Jumat (9/8/2019) dinilai amburadul.

Sesuai jadwal, sidang paripurna tersebut harusnya dimulai pukul 09.00 Wita. Namun, pada kenyataannya sidang baru bisa dimulai pada pukul 16.00 Wita. Molornya sidang diduga karena tidak disiplinnya kehadiran Anggota.

Terhadap hal itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Belu Johanes Atet disaat akhir sidang menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar kejadian seperti tadi (sisan molor,red) tidak terulang lagi.

“Dalam arti kalau kita undang orang jam 9, ya jam 9 kita disini terlebih Pimpinan itu harus lebih dahulu ada disini,” tandas Atet.

Jelas Anggota Fraksi Partai Gerindra itu, terus terang dirinya jam 9 kurang lima belas menit sudah ada disini selama satu tahun ini. Ketua Fraksi PKS Pak Cypri yang tinggal di Leountolu itu tepat jam.

“Jadi buat semua Fraksi, saya minta lewat Pimpinan Fraksi masing-masing tertibkan Anggotanya untuk hadir tepat jam,” pinta Atet dengan nada keras .

Apalagi kata Atet, pada upacara pembukaan kita mengundang Dandim, Kapolres. TNI-Polri itu datang pasti lima belas menit sebelum jam. Jadi macam seperti tadi kita persoalkan eksekutif.

Djelaskan, eksekutif itu datang jam sembilan kalau dia harus tunggu sampai jam empat pelayanan di Kantor sana macet.

“Ini padahal kesalahan ada pada kita. Saya minta dengan tegas mulai sidang berikut Pimpinan Fraksi masing-masing menegaskan anggotanya.

Ditegaskan, tidak ada alasan bilang tinggal di mana, semua harus hadir. Kita mendapat gaji sama besar tinggal 31 hari ini laksanakanlah tugas dengan baik, berhenti dengan nama baik.

“Buat yang masih maju itu silakan, saya harapkan periode berikut itu setelah September itu lebih baik dari kita yang amburadul ini. Kita tadi ini bukan tidak memenuhi quorum, jumlah lebih tapi orang tunggu sampai capek,” tandas dia.

Jadi kata Atet, kita jangan mempersalahkan eksekutif kenapa eksekutif tidak ada, mereka capek menunggu. “Jadi saya minta masing-masing Fraksi bertanggungjawab menertibkan anggotanya. Kalau tidak saya akan bikin surat resmi ke Partainya untuk berikan teguran keras, terlebih anggota yang masuk lagi,” tegas dia.

Sebelumnya, dalam sidang paripurna agenda pembahasan KUA-PPAS tahun 2020, Anggota Dewan Fraksi PDI-Perjuangan, Yohanes Juang ribut dalam ruang sidang utama Dewan Belu lantaran sidang tidak memenuhi quorum.