Ini Kata Ambros Besin Pemilik Sawah Usai Bupati Belu Tanam Padi Secara Simbolis

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay didampingi Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho, Kajari Belu, Alfons Loe Mau, Kadis DPHT Belu dan Kapolsek Raihat melakukan penanaman padi secara simbolis di lahan sawah warga Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Selasa (6/8/2019).

Penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam hal pertanian sawah di lahan sawah milik Ambros Besin warga Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Disaksikan media, saat memasuki lahan sawah Bupati Willy Lay bersama Dandim Belu, Kajari Belu menggunakan sepatu lumpur saat masuk ke dalam sawah. Namun lantaran terasa barat melangkahkan kaki terpaksa Bupati Willy melepaskan sepatu lumpurnya. Turut hadir dalam kegiatan itu Pejabat Kecamatan Raihat, Kepala Desa setempat bersama perangkat dan Danki Satgas Pamtas Yonif Raider 408.

Selesai menanam padi simbolis di sawah warga tepatnya di pinggir jalan utama Haekesak dekat Polsek Raihat, Bupati Lay bersama Kajari Belu dan rombongan langsung ke agenda panen cabe (lombok,red) milik warga di pinggiran sungai wilayah Nunura.

Ambros Besin adalah anggota kelompok tani Bintang Jaya, Desa Tohe, Kecamatan Raihat. Para petani di wilayah ini sementara menanam padi sawah musim tanam (MT) II. Petani yang tergabung dalam kelompok Bintang Jaya ini mengembangkan padi varietas Inpari 6.

Nampak di lahan persawahan itu, para warga petani pun sedang melakukan aktifitas menanam padi. Selain padi, sebagian lahan juga dipenuhi dengan tanaman kacang hijau milik warga petani petani setempat.

Selesai kegiatan penanaman, kepada media Ambros Besin mengakui dirinya baru diberitahu pagi tadi bahwa Bupati akan melakukan penanaman padi secara simbolis di sawahnya.

“Saya tidak tahu, tadi pagi baru diberitahu bahwa pak Bupati akan tanam padi di sawah saya. Luas lahan sawah 1,7 hektare ada padi dan kacang,” ucap Besin.

Meski hanya secara simbolis, hal itu menjadi kenangan bagi dirinya, karena selama mengerjakan sawah baru pertama kali seorang Bupati menanam padi di sawahnya.

“Ini murni kami punya, Bupati hanya tanam saja. Jenis padinya inpari 6 dan selama ini untuk padi tidak ada pendampingan dari PPL, hanya bantu dampingi di jagung,” tambah Ambros.