IKA FH Minta Tim PH Fokus Tangani Perkara Undana

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyatakan keprihatinan atas kondisi yang tengah dialami universitas negeri kebanggaan rakyat NTT terkait gugatan perdata keluarga Naimanu, Kolloh dan keluarga Tafoki. Karena itu, IKA FH meminta Tim Penasehat Hukum (PH) Undana untuk fokus mendalami perkara tersebut terutama dalam melakukan upaya hukum kasasi.

“Kita tidak bermaksud menggurui tim pengacara Undana namun masalah yang sekarang dialami Undana merupakan masalah serius yang harus ditangani secara serius pula. Undana harus menggunakan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk bisa memenangkan gugatan melawan keluarga Kolloh cs,” kata Ketua IKA FH Undana, Emanuel Malli saat menggelar konferensi pers di Kupang, Senin (5/8/2019).

Emanuel yang didampingi dua alumni Undana lainnya, Yanti Siubelan dan Jermia Manoe yang berprofesi sebagai pengacara mengusulkan agar Undana membentuk lagi tim khusus dengan melibatkan para pakar hukum di Undana termasuk dengan lembaga bantuan hukum (LBH) FH Undana dan para alumni.

Tim khusus ini jelas Emanuel, akan mendalami dan mempelajari serta memberikan masukan berdasarkan alat-alat bukti dan keterangan saksi dalam perkara tersebut. Kekalahan pada upaya hukum tingkat pertama di Pengadilan Negeri Kupang dan upaya hukum tingkat kedua di Pengadilan Tinggi Kupang menjadi sebuah tamparan keras bagi Undana.

“Kita tidak boleh main-main dengan masalah hukum ini karena hukum ini tidak pandang bulu dan wajib dijalankan oleh semua orang termasuk oleh Undana. Kita tidak ingin ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di NTT menjadi korban hanya karena Undana kurang menangani masalah ini,” tegas Emanuel.

Sementara Yanti Siubelan berharap, Tim PH Undana lebih jeli dalam menyusun memori kasasi ke MA dengan memperhatikan apa saja yang menjadi kekurangan pada upaya hukum sebelumnya baik di PN maupun PT.

“Bila diminta kita alumni FH Undana siap untuk memberikan bantuan hukum tanpa bayaran. Jadi partisipasi kami ini merupakan kewajiban dan kecintaan kepada almamter tercinta,” ujar Yanti.

Yanti dan Jermia Manoe berharap dalam melakukan upaya hukum pada tingkat kasasi agar melibatkan semua komponen kekuatan yang dimiliki Undana. Apalagi pada tingkat kasasi ini majelis hakim yang akan mengadili perkara ini tidak melakukan pemeriksaan saksi.

Dia juga meminta Tim PH Undana untuk menggunakan berbagai upaya hukum bilamana perlu selain mempindanakan atau memperdatakan sesuai alat bukti yang cukup, baik keabsahan dokumen yang diajukan maupun keterangan saksi.

“Apa yang kami lakukan ini bukan bermaksud mengintervensi tim PH namun sebagai wujud solidaritas dari alumni yang merupakan bagian dari civitas Undana. Karena ini masalah hukum jadi kami alumni hukum tentu tidak bisa diam,” sambung Emanuel yang diamini Yanti dan Jermia.