Rapat Pleno Pertama, Perpani Siap Menggelar Pra PON dan Menatap Olimpiade 2020

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Cabang olahraga Panahan merupakan salah satu cabang olahraga primadona yang digadang bisa mendulang Medali di ajang multi event internasional Olympic Games Tokyo 2020.

Sabtu (3/8/2019) Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) masa bakti 2018-2022, menggelar rapat pleno pertama guna membahas persiapan Pra PON dan evaluasi Pelatnas yang dipersiapkan menghadapi Olympic Games 2020 Tokyo.

Rapat pleno perdana itu berlangsung di Ruang Rapat KONI Pusat, selain membicarakan Pra PON dan evaluasi Pelatnas juga membahas program kerja dan persiapan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengesahkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang belum terselesaikan pembahasannya di Munas Desember 2018.

Rapat pleno yang dihadiri Pengurus Pusat Perpani selain membahas program kerja juga membahas aturan administrasi yang berhubungan dengan keuangan. Sebagaimana kita ketahui anggaran pelatnas dan pembinaan atlit dari cabang olahraga yang berada di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggunakan dana APBN disamping bantuan sponsor dan donasi dari Pengurus dan simpatisan. Karena itu cabang Olahraga yang digawangi Ketua Umum Kelik Wirawan Widodo dan M.Rizal Barnadi bertekad agar penggunaan anggaran dapat dilakukan dengan transparan dan sesuai peruntukan.

Rapat Pleno yang diikuti oleh semua Pengurus dan Dewan Pakar dibuka oleh Ketua Umum Perpani Kelik Wirawan Widodo dan dipimpin Sekretaris Jenderal M.Rizal Barnadi berlangung sejak pagi hingga sore.

Letkol. Kav. Tofan Tri Anggoro Kabid Binpres yang juga penanggung jawab Satgas Pelatnas, memaparkan program yang tengah dijalankan oleh Perpani antara lain perebutan tiket Olimpiade Tokyo 2020, Pra PON dan traning camp bagi atlit pelatnas.

Kejuaraan dunia di Belanda dan Word Archery di Brasil merupakan ajang perebutan tiket menuju Olimpic Games 2020 Tokyo.

Untuk kejuaraan dunia di Belanda yang dilangsungkan 10 – 16 Juni 2019 Indonesia berhasil merebut 2 tiket Olimpiade pada nomor perorangan putra dan putri. Sedangkan untuk Word Archery di Brasil masih merupakan bagian dari perebutan tiket Olimpiade. Di ajang ini masih terbuka peluang bagi Indonesia untuk menambah 2 tiket dari nomor beregu.

Untuk menuju pesta olahraga multi event Olympic Games Tokyo 2020, Perpani akan melaksanakan Training Camp untuk pemantapan fisik, mental dan teknik. Sedangkan Pra PON akan digunakan sebagai tolak ukur dan Try in untuk melihat mental dan hasil latihan.

Bidang Organisasi mempresentasikan AD/ART hasil perbaikan/penyempurnaan pasca Munas dan program kerja secara umum. Disamping AD/ART, Bidang Organisasi menekankan pada penguatan kelembagaan dan peraturan organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi. Kedepan Perpani akan mulai melakukan sertifikasi (license) bagi pelatih, wasit dan penentuan rangking bagi atlit panahan.

Sport Science menjadi pembahasan di sesi akhir ketika salah satu Dewan Pakar mengangkat isu ini sebagai salah satu metode guna mencapai puncak prestasi bagi atlit pelatnas ke depan.

Diera modern seperti sekarang ini prestasi olahraga tidak hanya ditentukan bibit atlitnya, namun sport science yang diterapkan dalam metode pelatihannya turut menentukan prestasi atlit. Secara umum sport science bisa dibagi ke dalam beberapa keilmuan, yaitu bagian kepelatihan, fisik, kedokteran, fisioterapi dan rehabilitasi, relaksasi, gizi, psikologis, dan bagian peneliti (researcher). Tujuannya adalah secara bersama mewujudkan sebuah program latihan, atau sebuah materi, untuk membentuk skuat yang fit, bugar, dan bebas cedera dalam menghadapi pertandingan.

Pemerintah telah mewajibkan cabang olahraga merekrut tenaga sport science dari perguruan tinggi dalam mempersiapkan tim pelatnas untuk bertanding di ajang multi event.

Cabang olahraga Panahan merupakan salah satu dari sekian Cabang Olahraga yang diharapkan dapat mendulang medali di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Keberhasilan Indonesia di Asian Games 2018 salah satu contoh penerapan sport science.