Tim Dokter Australia Operasi Bibir Sumbing Gratis Bagi Warga di Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Overseas Specialist Surgical Association of Australia (OSSAA) atau Himpunan Dokter Spesialis Australia melaksanakan operasi bibir sumbing secara gratis bagi warga di perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing kerjasama dengan pihak Rumah Sakit Marianum Halilulik berlangsung selama lima hari terhitung Senin (29/7/2019) kemarin hingga Jumat mendatang. Operasi bibir sumbing gratis berlangsung di Rumah Sakit Swasta, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan dengan Negara Timor Leste.

Kepada awak media, Rabu (31/7/2019) Direktur RS Halilulik, dr. Lau Fabianus membenarkan kegiatan operasi bibir sumbing ini merupakan kegiatan bakti sosial dari OSSAA atau organisasi Himpunan Dokter Spesialis Australia kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan RS Marianum Halilulik.

Menurut Fabianus, hari pertama operasi bibir sumbing gratis dimulai Senin dan Selasa kemarin dengan jumlah pasien sebanyak enam dan tujuh orang. Sedangkan operasi hari ini terdapat sembilan orang pasien, dan untuk besok sampai lusa hari terakhir masing-masing enam orang pasien.

“Pasien yang datang beroperasi tidak hanya warga Kabupaten Belu tetapi juga ada warga dari Kabupaten Alor, TTU, Malaka dan TTS,” terang dia.

Dijelaskan, kegiatan bakti sosial ini untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terutama operasi bibir sumbing, dan warga pasien gratis tidak dipungut biaya, kecuali untuk obat ditanggun oleh warga sendiri.

“Terima kasih untuk OSSAA yang telah hadir di Kabupaten Belu untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Tim dokter tidak hanya menolong pasien tapi juga membagikan ilmu pengetahuan pada tenaga kesehatan di RS Marianus secara khusus ilmu dalam bidang operasi,” ujar Fabianus.

Lanjut dia, tim OSSA yang lakukan operasi sebanyak lima orang dipimpin Dokter Spesialis Plastik, Dokter Mark Moore. Selain itu kegiatan ini juga didukung Pemkab Belu serta BRI.

Sementara itu, Dokter Mark More menuturkan, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing di wilayah Timor Barat sudah dilakukan sejak 1990. Awalnya itu ada. Dokter Jhon Hagreif yang kunjungi Timor Barat, dan pada tahun 2000 Dokter Jhon pensiun.

“Jadi sejak tahun 2000 pekerjaan kami yang lanjutkan, sejak tahun itu kami sudah ada hubungan yang dekat sekali dengan Rumah Sakit Halilulik. Jadi kami dari hari Senin sampai Jumat melakukan operasi dan kebanyakan yang kami operasi anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, juga luka bakar, kesulitan kesulitan akibat luka bakar itu dan kondisi lain yang bisa ditangani dokter bedah plastik,” terang Moore.

Ditambahkan, kegiatan operasi ini karena kami punya hubungan baik dengan pihak Rumah Sakit Halilulik juga didukung oleh Pemkab Belu dalam hal ini Bupati Belu. Jadi sebenarnya kami datang bukan hanya untuk operasi saja, tapi membagi ilmu, pengetahuan dengan perawat dan dokter setempat.

“Kami senang sekali bisa kembali lagi, karena kami merasa seperti keluarga,” ujar Dokter Moore.

Bersamaan Ketua PKK Kabupaten Belu, Ny. Vivi Ng Lay didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Belu, Roni Mau Luma menyampaikan terima kasih kepada tim Dokter Australia yang sudah membantu masyarakat di Belu dan Kabupaten tetangga lewat operasi bibir sumbing secara gratis. Juga terima kasih untuk manajemen RS Marianum yang selalu membangun kerja sama dengan para dokter Australia dalam membantu masyarakat.

Sementara itu beberapa orang tua anak-anak pasien menyampaikan terimakasih kepada tim Dokter Australia serta Rumah Sakit Halilulik yang telah membantu lewat operasi bibir sumbing secara gratis.