Pena Batas Tanggapi Sikap Arogan Anggota Dewan Regina Yang Larang Wartawan Liput

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL tanggapi sikap arogansi Anggota DPRD Belu, Regina Mau Loe yang menghardik dan melarang Marcelinus Manek pekerja media online VoxNtt.Com saat menjalankan tugas jurnalistik hendak meliput di ruang sidang, Senin (22/7/2019).

Aksi larangan meliput oleh Anggota DPRD Belu asal Partai PKPI bermula saat wartawan Marcel Manek hendak meliput insiden (pecah gelas-red) saat jeda sidang di ruang sidang DPRD Belu, Senin (22/07/2019) sore.

Ketua Pena Batas, Fredrikus R. Bau dalam pernyataan Pers, Selasa (23/7) siang menyatakan sikap, mengecam tindakan arogan oknum anggota DPRD Belu, Regina Mau Loe yang melarang wartawan VoxNtt Marcel Manek meliput insiden di ruang sidang Dewan.

“Tindakan melarang oleh Anggota DPRD Regina Mau Loe ini adalah tindakan melanggar hukum dan merupakan tindakan menghalang-halangi tugas jurnalis yang sedang bekerja sebagaimana diatur dalam UU nomor 40 tentang Pers,” tegas dia.

Baca juga : Klarifikasi Larang Jurnalis Liput, Regina Mau Loe Sampaikan Permohonan Maaf

Jelas Pemilik Media Online TIMORDAILY.COM itu, pada Pasal 18 UU nomo 40 tahun 1999 menyebutkan bahwa Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Bahwa tindakan Regina Mau Loe sangat melecehkan profesi jurnalis dan tidak mencerminkan perilaku seorang wakil rakyat yang juga adalah mitra media atau pers,” ujar Fredrik.

Terhadap tindakan Anggota Dewan Regina asal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini, Pena Batas akan mengambil langkah hukum antara lain melaporkannya ke Badan kehormatan DPRD Belu untuk diproses secara kode etik.

Selanjutnya, Pena Batas akan melaporkan anggota DPRD yang bersangkutan ke Pimpinan PKPI untuk memberi teguran dan sanksi keras karena sangat tidak pantas anggota DPRD menunjukkan perilaku ke kanak-kanakan tersebut.

Tidak saja itu, Pena Batas juga akan melaporkan anggota DPRD yang bersangkutan ke polisi karena telah melecehkan dan merendahkan martabat pekerja media baik kepada jurnalis VoxNTT.com, Marsel Manek secara pribadi maupun pekerja media secara umumnya.