Oknum Anggota DPRD Belu Larang Wartawan Liput di Ruang Sidang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sikap tak terpuji dipertontonkan oknum Anggota DPRD Belu, Regina Mau Loe yang menghardik dan melarang Marcelinus Manek jurnalis media online VoxNtt.Com saat menjalankan tugas jurnalistik.

Aksi larangan meliput oleh Anggota DPRD Belu asal Partai PKPI bermula saat wartawan Marcel Manek hendak meliput insiden (pecah gelas-red) saat jeda sidang di ruang sidang DPRD Belu, Senin (22/07/2019) sore.

Wartawan VoxNTT, Marcel Manek kepada wartawan mengaku kejadian itu bermula saat dirinya bersama rekan wartawan The East, Rony Anyan hendak meliput, mengambil suasana dalam ruangan sidang DPRD Belu usai mendapat informasi ada keributan di dalam ruang sidang.

Dia jelaskan, dirinya bersama rekan wartawan The East langsung menuju ruang sidang untuk mengambil gambar. Namun sebelum mengambil gambar sempat meminta ijin kepada mantan Plt. Sekwan Elfrida Luan yang sedang bincang dengan wartawan Mingguan Lensa Perbatasan, Dhoru Vicente dan salah seorang pejabat Pemkab Belu.

Akui dia, saat berada di dalam ruang Dewan sudah tidak ada aktivitas sidang disana, hanya ada dua orang Anggota DPRD Belu (Martina Kolo Hale dan koleganya Aquilina Ili) dan sejumlah ASN yang sedang berdiri sambil berbincang santai.

Nampak dalam ruang sidang Dewan ada dua orang staf Sekwan yang sedang membersihkan ruangan sidang dari sisa-sisa pecahan gelas yang berserakan di lantai.

Ketika hendak mengabadikan suasana ruang sidang saat itu, dirinya pertama kali memotret tidak di hardik. Namun saat hendak memotret yang kedua kali, Regina mulai menghardik dan melarangnya dengan nada yang tinggi.

“Untuk apa itu? Foto untuk apa? Kalau mau ambil gambar harus minta ijin.” ujar Marsel menirukan kata-kata Anggota Dewan Regina Mau Loe.

Menjawabi teguran itu, Marcel pun berkata ke Anggota Dewan bahwa dirinya telah meminta izin sebelum mengambil foto suasana dalam ruangan tersebut. “Saya sudah ijin di depan,” jawab Marcel saat itu.

Saat bertanya demikian, di hadapan sejumlah ASN Marsel berusaha menjawab bahkan kembali bertanya pada Regina karena menurut Regina untuk mengambil gambar sudah di atur dalam porsi dan tupoksi pimpinan.

“Saya menjawabnya bahwa saya foto untuk buat berita. Lalu dia bilang harus ijin. Saya sampaikan lagi bahwa saya sudah ijin di depan sebelum saya masuk kesini. Lalu ibu Regina kembali menghardik saya. Dia bilang harus atas ijin. Saya tanya balik dia, apa harus ijin tertulis atau apakah semua orang yang ada di kantor ini harus saya datangi untuk minta ijin?” tukas Marcel

Rupanya tutur Marcel Regina merasa tersinggung karena menurut dia, Pimpinan sudah menghimbau. Entah himbauan apa yang dimaksud, akui Marsel, saat dirinya bertanya perihal himbauan, Regina yang sedang berbincang-bincang dengan salah satu ASN Kabupaten Belu malah berfokus untuk memarahi dan melarang dirinya.

Merasa diperlakukan dengan tidak wajar, dirinya memilih meninggalkan ruangan dan berdiri di lorong bersama sejumlah staf Setwan. Tidak saja itu, Anggota Dewan Regina keluar dari ruang sidang menuju ruangan Wakil Ketua II Junior Manek.

Tak berselang lama, Dewan Regina bersama Wakil ketua II, mendatangi Marcel yang sedang berdiri di lorong. “Itu, dia, itu dia,” ujar Marcel meniru kata-kata Regina yang katanya sambil menunjuk ke arah dirinya.

Terkait kejadian tersebut, Marcel menuturkan dirinya merasa malu dan kesal dengan sikap anggota DPRD Belu yang arogan dan tidak paham soal kerja jurnalis. Padahal, dirinya sudah berusaha menjelaskan, tapi Regina tetap ngotot untuk melarang dirinya.

“Sangat disayangkan ya, ada anggota DPR, pejabat publik yang tidak paham kerja wartawan. Apa yang dia lakukan tadi sudah over lap. Saya kira dia staf security. Padahal dia anggota DPR yang mestinya paham soal kerja wartawan sehingga tidak bersikap arogan dan melebihi tupoksinya,” ujar wartawan VoxNtt itu dengan nada kesal.

“Padahal, saya sampaikan kepada dia bahwa saya ambil gambar untuk buat berita. Dia bilang pimpinan sudah larang. Saya bilang kalau saya sementara menjalankan tugas,pimpinan tidak berwenang melarang saya karena saya bukan anggota DPR,” sambung dia.

Terpisah Ketua DPRD Belu, Januaria Awalde Berek yang dikonfirmasi membantah adanya aturan pimpinan DPRD Belu yang mengatur tentang harus ada ijin jika wartawan hendak meliput sidang DPRD Belu.

“Tidak. Paripurna (sidang) terbuka untuk umum namun menjaga kemitraan antara kita saling komfirmasi sebelum di beritakan. Ada yang terbuka untuk umum, ada yang internal,” kata Awalde.