Dua Gedung Baru RSUD S.K Lerik Akan Diresmikan Wali Kota

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K Lerik akan merayakan hari ulang tahun ke-9 pada 1 Agustus mendatang. Sesuai dengan rencana, perayaan Hut Ke-9 ini akan dihadiri oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore sekaligus meresmikan gedung baru RSUD yang telah selesai dibangun tahun 2018 lalu.

Direktris RSUD S.K Lerik Kupang, dr Marsiana Halek mengatakan, saat perayaan HUT RSUD S.K Lerik nanti, Wali Kota Kupang akan meresmikam dua gedung baru milik rumah sakit, yang menjadi icon Kota Kupang dalam rujukan pemeriksaan kesehatan.

“Kita bersyukur karena beberapa waktu lalu, tim akreditas menilai hampir semua rumah sakit di Provinsi NTT dan banyak diantara rumah sakit yang ada ini mengalami penurunan tipe, rumah sakit Kota Kupang memang masih tetap pada tipe C, namun diupayakan agar segera berproses naik ke tipe B,” ujarnya.

Ia mengaku, memang salah satu persyaratam atau aspek yang harus dipenuhi agar dapat naik tipe rumah sakit adalah kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan, fasilitas dan gedung rumah sakit.

“Kami terus berupaya agar semua persyaratan ini terpenuhi, salah satunya adalah fasilitas kesehatan, kami juga sudah memiliki dua gedung baru yang representatif, diharapkan agar dapat menjadi nilai tambah bagi penilaian rumah sakit,” ungkapnya.

Marsiana mengaku, tahun 2019 ini juga RSUD S.K. Lerik mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 17 miliar lebih. Anggaran ini diperuntukan bukan lagi untuk pembangunan fisik, melainkan untuk pembelian Alat Kesehatan (Alkes).

“Tahun ini dana DAK diperuntukan untuk Alkes dan bukan untuk fisik. Sehingga untuk rumah sakit, nantinya, dana DAK ini akan digunakan untuk membeli incenerator, sumur bor, alat kesehatan lain dan update akreditasi,” kata Marsiana Halek.

Marsiana menjelaskan, selama dua tahun berturut-turut, sejak tahun 2017 dan tahun 2018, dana DAK digunakan untuk pembangunan fisik, dan tahun 2019 ini untuk alat kesehatan.

Sehingga RSUD S.K. Lerik akan menambah fasilitas kesehatan yang ada, termasuk sumur bor.

“Selama ini kami memang belum memiliki sumur bor sendiri, dengan adanya bantuan ini maka sangat membantu pemerintah terutama pihak rumah sakit untuk melengkapi semua alkes yang ada,” ujarnya.

Menurut Marsiana, selama ini pelayanan untuk poliklinik masih menggunakan gedung lama, dan nantinya akan dipindahkan ke gedung baru.

Pasalnya, RSUD S.K. Lerik telah memiliki dua gedung baru dengan konstruksi bangunan dua lantai dan tiga lantai.

“Dua bangunan itu menggunakan anggaran dana DAK tahun 2018 sebesar Rp 50 miliar lebih, dan sementara dalam tahap finishing. Jadi jika semua gedung sudah siap, maka semua pelayanan akan dipusatkan di gedung baru,” ujar Marsiana.

Pembangunan dua gedung baru dengan kontruksi bangunan tiga lantai ini dikerjakan sejak 14 Maret 2018 dan berakhir pada 13 Desember 2018.

Proyek gedung tiga lantai rumah sakit ini dikerjakan oleh PT. Ris Putra Delta, dengan nilai kontrak Rp 41 miliar lebih. Sementara bangunan lantai II di belakang senilai Rp 15 miliar lebih.

“Kami rencananya saat diresmikan akan langsung digunakan. Jadi masa pemeliharaannya bisa dilakukan sekaligus dengan pemanfaatannya,” kata Marsiana.

Dia menjelaskan, untuk bangunan dua lantai, akan dimanfaatkan untuk rawat inap, lantai 2 untuk kelas 1 dan kelas 2 dengan kapasitas 20 tempat tidur dan lantai bawahnya untuk kelas 3 dengan kapasitas 40 tempat tidur.

“Sementara untuk gedung tiga lantai, lantai 1 akan digunakan untuk poliklinik, lantai 2 untuk gedung manajemen dan lantai 3 untuk kamar operasi,” terangnya.

Ditambahkan, dengan adanya gedung ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih baik, tentunya dilengkapi dengan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang menunjang.