Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa PPs Prodi IKM Undana Sosialisasi tentang Stunting

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Program Studi (Prodi) Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat, di Puskesmas Baun, Kabupaten Kupang, Sabtu (13/7/2019).

Pada kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, sebanyak 21 orang mahasiswa dan 2 orang dosen pendamping,Dr. Ina D. Ratu Ludji M.Kes dan Dr. Sabina Gero, M.Sc hadir memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya penanggulangan stunting (hambatan dalam pertumbuhan tubuh anak, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya).

Ketua Kelas Mahasiswa Prodi IKM PPs Undana, Jimris Betty dalam paparan materinya pada kegiatan tersebut mengatakan, pemenuhan kebutuhan pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk diketahui oleh ibu hamil, dalam rangka mengurangi angka malnutrisi.

“Dampak malnutrisi yang terjadi pada anak tidak hanya akan berlangsung selama masa kanak-kanak saja tetapi akan terus berimbas hingga dewasa,” ungkap Jimris.

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa PPs Prodi IKM Undana Sosialisasi tentang Stunting di Puskesmas Baun

Menurut Jimris, pentingnya semua orang harus tahu tentang 1000 hari pertama kehidupan, karena ini adalah periode emas bagi pertumbuhan anak. Periode emas adalah usia emas anak yang pada saat itu perlu dioptimalkan pertumbuhannya.

“Kalau anak tidak ditangani dengan baik pada 1000 hari pertama kehidupan maka berpotensi mengidap berbagai penyakit kronis. Terlambat tangani anak di 1000 hari pertama kehidupan maka akan menjadi beban. Ini kenapa penting menyampaikan informasi tentang periode 1000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pada fase 1000 hari pertama kehidupan, terdapat tiga tahapan kritis yaitu, periode dalam kandungan, periode 0-6 bulan dan periode 6-24 bulan.

“Kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun,” katanya.

Selain itu, Jimris menyatakan alasan memilih karena dari 26 puskesmas di wilayah Kabupaten Kupang, Puskesmas Baun menempati posisi ke 5 kasus stunting. “Kami pilih Puskesmas Baun karena berdasarkan data yang kami peroleh, angka stunting di wilayah pelayanan Puskesmas Baun cukup tinggi,” paparnya.

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa PPs Prodi IKM Undana Sosialisasi tentang Stunting di Puskesmas Baun

Dosen Mata Kuliah Kesehatan Ibu dan Anak, Dr. Ina D. Ratu Ludji M.Kes mengatakan, salah satu dampak malnutrisi yang akan terus dibawa oleh anak sampai anak menjadi dewasa adalah stunting. Stunting terjadi ketika anak lebih pendek dari rata-rata tinggi anak seusianya.

“Tidak hanya berdampak pada fisik, anak yang stunting biasanya juga dikaitkan dengan kecerdasan yang juga lebih rendah jika dibandingkan dengan teman-temannya,” katanya.

Kepala Puskesmas Baun, Melton Parikas menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa dan dosen Undana tersebut yang telah memilih puskesmas tersebut untuk melaksanakan kegiatan dimaksud.

“Kami sampaikan terima kasih karena telah memilih tempat kami untuk melaksanakan kegiatan yang sungguh sangat bermanfaat bagi masyarakat ini,” kata Melton.

Kegiatan tersebut diisi dengan sesi tanya jawab, dan door prize kepada masyarakat yang hadir dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh para pemateri.