Peduli Lingkungan, Kejari Belu Tanam 200 Mangrove di Pantai Aufuik Atapupu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu gandeng Dinas Lingkungan Hidup Belu menanam 200 anakan mangrove di pesisir pantai Aufuik, Atapupu, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (12/7/2019).

Kegiatan penghijauan wujud kepedulian Kejari Belu terhadap kelestarian pantai Aufuik sekaligus rangkaian baksos
dalam rangka HUT ke-59 Hari Bhakti Adhyaksa dan HUT XIX Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Kejari Belu 2019.

Disaksikan media, kegiatan pelestarian guna mencegah abrasi pantai diawali dengan apel penghijauan yang dipimpin langsung oleh Kajari Belu, Alfonsius Loe Mau.

Turut hadir dalam penghijaun tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu, Ketua Ikatakan Adhyaksa Dharma Karini Kejari Belu, seluruh jajaran Kejari Belu, jajaran Dinas LH, Kepala Desa Dualaus beserta perangkat Desa, para pemuda serta pemerhati lingkungan setempat.

Kejari Belu Alfonsius Loe Mau mengatakan, kegiatan penghijauan mangrove ini rangkaian bhakti sosial menyongsong hari adhyaksa ke-59 tahun ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut hari Adhyaksa ke-59. Kegiatan ini juga merupakan wujud kepedulian keluarga besar Kejari untuk melestarikan tanaman mangrove,” ujar dia.

Dijelaskan bahwa, fungsi dari tanaman mangrove ini sangat banyak, salah satunya yakni untuk mencegah abrasi dipantai. Selain itu juga berfungsi menjaga paru-paru dunia.

Kejari Belu Tanam 200 Mangrove di Pantai Aufuik Atapupu

“Juga fungsi lain mangrove sangat manfaat bagi manusia serta satwa laut. Karena itu penghijauan atau pelestarian mangrove sangat penting,” terang Loe Mau.

Dituturkan, kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Belu yang menyumbangankan 200 anakan mangrove. Anakan ini ditanam di sepanjang pantai Aufuik kurang lebih setengah hektare bersama Kades Dualau serta perangkat dan pemerhati lingkungan.

Lanjut Loe Mau, dari segi jumlah anakan memang tidak seberapa, tapi paling tidak kegiatan ini sudah mendorong peduli lingkungan, kelestarian lingkungan laut di pantai Aufuik.

“Kegiatan jelang hari Adhyaksa ke-59 ini perdana kita bakti sosial penghijauan peduli lingkungan, karena di pantai ini abrasi sehingga kita cegah itu dengan penanaman mangrove bersama Dinas Lingkungan Hidup Belu,” ucap dia.

“Harapan kita dengan aksi penghijauan ini dapat menggugah pihak-pihak lain untuk terus peduli melestarikan mangrove di sepanjang pantai Atapupu,” tambah Loe Mau.

Masih menurut dia, selain peduli lingkungan, pihaknya juga kampanye peduli sampah plastik. Dimana sampah plastik membahayakan kehidupan manusia serta satwa lainnya terutama di pesisir pantai.

Dihimbaukan kepada warga kurangi sampah plastik di pantai. Tanamlah dengan baik kedalaman dan jarak mangrove dengan baik sehingga bisa tumbuh dengan baik.

“Kepada Kades dan masyarakat sekitar, setelah ditanam kami mohon partisipasinya menjaga tumbuh kembangannya tanaman ini. Karena dengan lestarikan lingkungan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” pinta Loe Mau.

Sementara itu Kades Dualaus, Okto Bijalis Nape mengungkapkan kegiatan ini satu motivasi bagi kami karena sangat bermanfaat dan ini dampak positif bagi masyarakat umum supaya peduli lingkungan.

“Kegiatan penghijauan ini sangat penting. Dengan aksi hari ini bisa picu pihak-pihak, lintas sektor lain juga agar bisa luangkan waktu untuk peduli dengan kelestarian alam pantai melalui penghijauan,” harap Nope.