Masyarakat Kota Kupang Diminta Waspadai Penyakit di Musim Kemarau

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kota Kupang mengimbau masyarakat Kota Kupang untuk mewaspadai berbagai ancaman penyakit yang biasanya ditularkan melalui debu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana, mengatakan, walaupun saat ini belum ada kasus penyakit yang dikatakam gawat, namun masyarakat perlu waspadah. Pasalnya, dengan cuaca kering disertai angin ini, virus lebih mudah menular melalui angin.

“Sekarang ini sudah masuk ke musim kering, secara dinamika iklim ada beberapa potensi penyakit yang mudah menyebar, misalnya Ispa, diare, influenza, dan malaria,” katanya.

Ari Wijana mengatakan, di musim kemarau ini, Kota Kupang memiliki masalah dengan ketersediaan air bersih yang higienis, karena itu Dinas Kesehatan selalu berupaya agar memastikan semua depot air minum yang ada sudah memiliki sertifikat layak sehat dan dapat dikonsumsi.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat agar dapat membeli air minum di depot air minum yang sudah ada sertifikat layak sehatnya, karena itu berarti depot air minum tersebut sudah kami tes laboratorium dan sudah teruji sehat dan dapat dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Ari melanjutkan, saat ini Kota Kupang juga sedang berjuang untuk mendapatkan sertifikat eliminasi malaria, yang ditargetkan dapat diterima pada November mendatang, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Saat ini, kata Ari, Dinas Kesehatan Kota Kupang sementara fokus untuk membentuk tim sampai di tingkat kelurahan, warga peduli malaria, yang nantinya akan digandeng dengan warga pedulu aids, juru pemantau jentik (Jumantik), untuk memantau jentik nyamuk.

“Kami harapkan dengan berbagai upaya yang dilakukan ini dapat membawa Kota Kupang lebih baik, juga dengan dukungan semua pihak, stakeholder dan peran media masa dalam mengkampanyekan berbagai program, maka saya rasa kita bisa lebih baik,” ujarnya.

Ari mengaku, Dinas Kesehatan juga fokus pada penanganan penyakit yang biasanya menyebar pada musim hujan nanti, seperti DBD, malaria, diare dan lainnya.

Diharapkan, tahun ini tidak lagi masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi harus diantisipasi mulai dari sekarang, untuk musim penghujan akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 nanti.

“Yang paling penting itu kepedulian perorangan agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dengan asupan makanan yang sehat, air bersih dan jauhkan diri dari debu, cara menangkalnya bisa juga dengan menggunakan masker,” terangnya.