Jaksa Kembalikan Berkas Dua Tersangka WNA ke Polres Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu mengembalikan berkas dua tersangka WNA Timor Leste berinisial JSP (34) laki-laki dan (AS) perempuan ke pihak Polres Belu guna dilengkapi.

Demikian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Alfonsius Loe Mau saat dihubungi awak media, Kamis (11/7/2019).

Menurut Loe Mau, pihaknya telah menerima berkas tahap I kedua tersangka warga Timor Leste dilimpahkan pihak Kepolisian Polres Belu pertengahan bulan Juni lalu.

Namun, jelas dia pekan lalu pihak Kejaksaan telah kembalikan berkas kedua tersangka untuk dilengkapi karena berkasnya belum lengkap (P-18).

“Berkasnya sudah kami kembalikan pekan lalu untuk lengkapi berkas yang masih kurang atau belum lengkap untuk dilengkapi,” urai dia.

Sementara itu terkait dengan kedua tersangka JSP dan AS WNA Timor Leste hingga saat ini masih ditahan di Mapolres Belu.

Diberitakan sebelumnya, Berkas perkara dua Warga Negara Asing (WNA) asal Timor Leste tersangka dugaan penyelundupan 4.874 narkoba jenis ekstasi telah dilimpahkan Penyidik Polres Belu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu pada tanggal 19 Juni lalu.

“Ya, berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejari Belu pekan lalu,” ujar Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, Rabu (10/7/2019).

Menurut Tobing, selanjutnya sesuai kewenangan Jaksa akan meneliti berkas yang telah dikirim. Apakah dinyatakan sudah lengkap atau belum pihaknya menunggu informasi dari Kejaksaan.

“Kita menunggu petunjuk Jaksa, apakah dinyatakan lengkap (P-21) atau belum lengkap (P-18),” sebut dia.

Lanjut Tobing, jika dinyatakan lengkap (P-21) maka akan ditindaklanjuti dengan tahap dua yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti. “Sebaliknya jika dinyatakan belum lengkap maka penyidik akan melengkapi berkas sesuai petunjuk Jaksa,” terang dia.

Diketahui, dua orang tersangka berinisial JSP (34) laki-laki dan AS (30) perempuan kedapatan membawa 4.874 narkoba jenis ekstasi oleh petugas Bea Cukai di PLBN Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Rabu (29/5/2019) lalu.

Kedua tersangka mencoba untuk menyelundupkan ribuan butir ekstasi seberat 1,861 Kg ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain. Atas perbuatan itu kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana Narkotika. Pasal yang diterapkan 112 ayat 1 dan 2, pasal 114 ayat 1 dan 2, dan atau pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik, dengan ancaman hukumannya seumur hidup.