Galian Drainase di Pasar Baru Atambua Putuskan Kabel Telkom

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Galian drainase atau saluran got di pasar baru Atambua jalan Pramuka, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste putuskan kabel Telkom.

Disaksikan media, Selasa (9/7/2019) siang, persis depan Toko Intan sebelah jalan kiri jalur kantor BNI menuju Toko Sarinah hingga cabang Memori tempat penjualan bebak/dinding rumah nampak kabel Telkom berserakan dalam tanah galian yang dipenuhi air.

SPV Plasa Telkom Atambua, Fredrik Tae saat dihubungi awak media di ruang kerjanya mengaku mendapat surat dari pelaksana proyek yang mana isi suratnya menggeser tiang Telkom, dan tidak ada masalah. Namun kabel dalam tanah tidak bisa geser karena letaknya tidak diketahui.

Setelah digali jelas Tae baru ketahuan ada kabel Telkom, dan kabel itu ditanam sebelum tahun 80-an, dan saya baru kerja di Telkom tahun 82.

“Akibat galian itu jaringan sempat terputus sejak penggalian Jumat, dan kita dapat keluhan dari BNI tidak bisa transaski jaringan terganggu juga dengan Bank Mandiri pelayanan terganggu. Selain itu juga jaringan di perkantoran Bupati sempat terganggu,” urai dia.

Dikatakan, pihak Telkom selalu mendukung pembangunan, dan kemarin sudah bertemu dengan pihak Dinas PU, pemborong untuk klarifikasi bersama. Kita juga beri solusi guna perbaikan jaringan dan mereka meresponnya.

“Kebetulan teknis kita terbatas hanya tiga orang. Kalau mereka kerja perbaiki minimal diperhatikan minum air, tidak menuntut lebih dari itu dan pemborong mengerti untuk perhatikan,” ujar Tae.

Dikatakan, teknisi Telkom tengah memperbaiki ganguan jaringan akibat galian tersebut. Untuk layanan perbankan jaringan sudah normal dan kita dipastikan hari ini tuntas jaringan di perkantoran Bupati kembali normal.

“Sampai hari ini jaringan yang sempat terputus di perbankan sudah kembali normal. Sebagian di perkantoran Bupati sudah ok, dan sampai sore ini semua kembali normal,” kata Tae.

Terpisah PLT Kadis PU dan PR Belu, Vincentius Laka saat dikonfirmasi mengatakan, setahu Dinas hanya ada tiang, tidak ada kabel. Setelah digali kiranya pipa air, ternyata didalamnya kabel.

“Kita sudah surati dan mereka bilang tidak ada sesuatu dibawah, ternyata kabel itu sudah ada sejak tahun 80, pegawai yang ada disini tahun 80-an semua mereka juga tidak tahu,” ujar dia.

Dikatakan, menggunakan saluran ruangan publik harus ada izin, itu sambungan liar dan kita tidak tolerir. Pihaknya juga sudah surati secara tertulis dan pendekatan persuasif tapi mereka bilang aman.

“Kita sudah koordinasi dengan Telkom dan saya minta pemborong fasilitasi teknisi Telkom untuk perbaiki jaringan yang putus,” ucap Laka.

Tambah dia, yang menjadi masalah itu banyak seperti PLN, Telkom dan PDAM tidak pernah mengantongi izin, jadi mereka asal-asal saja menaruh kabel maupun pipa di ruang milik jalan, padahal ada aturannya.

“Harus ada izin, sehingga kami itu punya data-data bahwa di sini ada apa, tapi selama ini tidak ada, begitu kita mau lakukan pemeliharaan jalan ini merepotkan kita karena mereka tidak punya data juga kita. Kita sudah sampaikan ke PLN, Telkom dan PDAM kedepan kantong izin biar kita sama-sama ada data,” ketus Laka.