Cekdam Aitaman Telan Korban, Tiga Bocah Tewas Tenggelam

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Nasib naas menimpa tiga bocah warga Dusun Aitaman, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Informasi yang dihimpun media, tiga bocah, Leonito Soares Babo (11) laki-laki, Rani Paskuela Tae (14) perempuan dan Magdalena De Jesus (13) perempuan tewas tenggelam di cekdam sekitar perkampungan Aitaman, Selasa (09/07/2019) sekira pukul 14.00 wita.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudho Setiantono saat dihubungi media Selasa malam membenarkan kejadian naas tersebut.

Dijelaskan, kronologis kejadian hingga merenggut nyawa bermula saat ketiga korban bersama kelima teman orang lainnya hendak berenang di cekdam yang berada disekitar perkampungan Aitaman.

Akan tetapi, saat mandi tiga korban bersama kelima orang teman lainnya tidak bisa berenang.

“Hasil dari keterangan para saksi korban tenggelam karena tidak bisa berenang,” ujar dia.

Menurut Yudo, kejadian tersebut akibat kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak sehingga tidak ada yang mendampingi ketika anak-anak pergi mandi di cekdam.

“Keluarga korban menerima kematian sebagai musibah dengan membuat surat penolakan autopsi dan saat ini ketiga jenazah sudah disemayamkan di rumah duka masing-masing keluarga untuk dimakamkan oleh keluarga,” tutur dia.

Informasi lain yang diperoleh media menyebutkan, kejadian bermula sekira pukul 12.30 Wita. Saat itu salah satu saksi Tresia Desi Fenusalem dan keempat teman lainnya (saksi) bersama tiga korban pergi ke cekdam Aitaman untuk latihan berenang menggunakan jerigen.

Setelah kurang lebih satu jam latihan berenang, saksi Tresia bersama korban keluar untuk beristrahat. Selesai istrahat saksi Tresia dan salah satu saksi lainnya, Gresela Dos Santos Babo dan tiga korban kembali latihan berenang, sedangkan tiga saksi lainya berada di luar cekdam.

Pada saat berenang, korban Magdalena De Jesus melempar jerigen ketengah cekdam yang digunakan untuk latihan berenang, lalu mencoba berenang mengambil jerigen tersebut. Namun belum sempat meraih jerigen, korban Magdalena De Jesus telah tenggelam.

Saksi Gresela Dos Santos Babo yang melihat kejadian itu menggunakan jerigen mencoba membantu meraih korban, namun jerigan yang digunakan juga terlepas.

Seketika dua korban Leonito Soares Babo dan Rani Paskuela Tae mencoba menolong, namun kedua korban juga ikut tenggelam. Saksi Tresia Desi Fenusalem saat itu berada di pinggir cekdam gunakan jerigan masuk menolong saksi Gresela Dos Santos Babo dan selamat.

Tiga saksi lainnya masing-masing Apris Nahak Salem, Mariano dan Maukinta langsung berlari ke perkampungan dan memberitahukan kepada warga kejadian tersebut.

Warga dan keluarga yang tiba di lokasi langsung mencari ketiga korban yang tenggalam, namun saat ditemukan ketiga korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya ketiga korban dievakusi ke Puskesmas Wedomu.