Diusulkan Mayoritas PAC, Anggrek Pimpin Lagi PDIP Alor?

Bagikan Artikel ini

Lapporan Linus Kia
Kalabahi, NTTOnlinenow.com – Karir politik Enny Anggrek bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus bersinar di Kabupaten Alo-NTT. Teranyar di tahun politik 2019 ini, setelah sukses terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Alor periode 2019-2024 sekaligus sebagai Parpol pemenang Pileg di Alor, Anggrek juga mendapat mayoritas usulan PAC (Pimpinan Anak Cabang) PDIP untuk menakhodai DPC PDIP Alor periode 2020-2025.

Hal itu sebagaimana hasil Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDIP Kabupaten Alor yang berlangsung Minggu (7/7/2019) di aula kantor DPC PDIP, kawasan Jembatan Hitam Kalabahi.

Informasi yang diperoleh NTTOnlinenow.com dari Sekretaris Internal DPC PDIP Alor, Yefta Amung, Senin (8/7/2019), bahwa sebenarnya Rakercab akan digelar para 14 Juli 2019, tapi karena Rakerda dan Kongres V PDIP dimajukan pada bulan Agustus 2019, maka Rakercab dan Rakerda PDIP juga dimajukan.

Menurut Yefta, Rakercab tersebut dipimpin Fungsionaris DPD PDIP NTT Mathilda M.Mori. Sesuai Peraturan Partai (PDIP) No.28 Tahun 2019, jelas Yefta, pengurus dari semua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dihadirkan di DPC PDIP dalam forum Rakercab untuk mengusulkan nama calon Ketua DPC PDIP untuk periode berikutnya. Masing-masing PAC berhak mengusulkan tiga sampai lima nama Calon Ketua DPC.

“Rakercab ini dihadiri 16 PAC, minus satu PAC yakni PAC Kecamatan Pantar Barat serta pengurus DPC PDIP Alor, minus ketua Enny Anggrek yang sedang ke luar daerah. PAC Pantar Barat tidak hadir karena ketuanya maju sebagai calon kepala desa di wilayah itu,”papar Yefta.

16 PAC yang hadir, lanjut Yefta, diberi kesempatan bergilir untuk menyampaikan pandangannya dan mengusulkan nama calon ketua. Banyak PAC usulkan tiga nama, ada yang empat atau lima nama. Hasilnya, jelas Yefta, petahana (sedang menjabat ketua), Enny Anggrek,SH meraih usulan terbanyak. Anggrek, kata Yefta, diusulkan menjadi Ketua DPC PDIP Alor periode 2020-2025 oleh 14 PAC dari total 16 PAC yang hadiri Rakercab.

Anggrek ditempel ketat Yefta Amung yang mendapat 12 suara usulan, Misri Diana Kuu memperoleh 9 suara, Daud Pong 8 suara, Gerson A.Atalehi 5 suara, Yahuda Lanlu meraih 2 suara. Sedangkan Walter M.M.Datemoli, Muhammad L.Yusuf dan Soni Magangsau, masing-masing memperoleh 1 suara. Nama-nama calon ketua itu, lanjut Yefta, sudah dibawah oleh Mathilda M.Muri ke DPD PDIP NTT untuk proses lebih lanjut di DPD dan dikirim ke DPP PDIP untuk menentukan. Mathilda M.Muri yang dikonfirmasi media ini via ponsel, Selasa (9/7) membenarkan bahwa DPD PDIP akan memproses ke DPP PDIP untuk menentukan satu nama Ketua DPC sesuai usulan PAC, berdasarkan Peraturan Partai Nomor 28 Tahun 2019.

Penentuan itu, jelas Mathilda, sesuai ranking dari hasil usulan PAC serta menilai kinerja dan loyalitas masing-masing nama calon yang diusulkan. Jika berdasarkan ranking usulan PAC maka Enny Anggrek akan melanjutkan kepemimpinannya di periode ke tiga. Yefta Amung menjadi Sekretaris dan Misri Diana Kuu menjadi Bendahara DPC PDIP Alor.

Anggrek kepada media ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan hampir semua PAC kepadanya agar kembali memimpin DPC PDIP Alor. Menurut Anggrek, Yefta dan Misri yang juga mendapat dukungan signifikan dari PAC layak sebagai sekretaris dan bendahara karena punya kapasitas dan kemampuan di bidang komputer dan IT dalam menunjang kerja sekretariat dan manajemen sebagai dapur organisasi.

Sementara itu, salah satu pesiunan guru dan pengawas sekolah, Drs.Yosafat Kabby yang belum lama bergabung dengan PDIP menilai Enny Anggrek punya kinerja luar biasa dalam membesarkan PDIP di Alor sehingga mendapat dukungan mayoritas PAC.  Jika nantinya DPP PDIP merestui usulan mayoritas PAC PDIP di Alor, maka tiga periode beruntun, peraih Indonesia Carier Woman Golden Award Tahun 2005 ini menjadi Ketua DPC PDIP Kabupaten Alor.

Catatan NTTOnlinenow.com, Anggrek pertama bergabung dengan PDIP Alor pada Tahun 2005 di masa kepemimpinan James Takalapeta. Pada Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Alor Tahun 2010, perempuan kelahiran Niki Niki-Timor Tengah Selatan, 12 Juli 1966 ini terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Alor periode 2010-2015. Berkat prestasinya mendongkrak PDIP (pertama dalam sejarah politik Nusa Kenari) sebagai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) Tahun 2014 di Alor, maka Anggrek terpilih kembali sebagai Ketua DPC PDIP Alor periode 2015-2020.

Di periode ini, Enny Anggrek bersama jajaran juga berhasil mempertahankan posisi PDIP sebagai pemenang Pileg dan Pilpres pada Pemilu serentak 17 April 2019 di Kabupaten Alor, serta berhak menempati kursi Ketua DPRD Alor. Pembelot Menurut Yefta Amung, ada kejadian menariknya dalam Rakercab dimaksud, ketika Haris Alokabel (pernah Ketua PAC Teluk Mutiara) yang sudah membelot ke partai lain dan sudah menjadi Caleg dari partai lain, ikut hadir. Namun akhirnya Haris dan Rey Kafelkai mendapat penolakan dari peserta sehingga dikeluarkan dari forum Rakercab PDIP Alor.

“Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDIP sudah diatur tegas, kalau sudah keluar dari partai maka tidak bisa kembali lagi. Memang bisa proses untuk merehabilitasi nama tetapi prosesnya panjang, dan memulai lagi dari bawah, bukan langsung jadi pumpinan partai di level manapun,”kata Yefta. (*)