Kadis Dispendukcapil Kota Kupang Akui Stok Blanko KTP-E dan KK Telah Habis

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Ketersediaan Blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang habis. Bukan hanya blanko KTP-E, Blanko Kartu Keluarga (KK) juga kosong.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang, Agus Ririmase mengatakan, blanko KTP-mengalami kekosongan karena memang keadaan di pusat juga sementara kekurangan Blanko.

“Kalau Blanko KTP-E, memang didapat secara gratis di Kementerian Dalam Negeri, tetapi untuk blanko KK, harus dibeli sendiri oleh pemerintah daerah,” katanya.

Untuk kekosongan blanko KTP-E, Agus Ririmase mengaku memang blanko KTP-E secara nasional sedang mengalami kekurangan, karena itu semua daerah mengalami kesulitan dan harus menyesuaikan dengan kondisi pemerintah pusat.

Menurut Ririmase, pihak Dispendukcapil Kota Kupang sudah berkoordinasi dengan pihak Kemeneterian Dalam Negeri untuk bisa memberikan blanko KTP-E, dan sudah dijawab, dan hanya diberikan 500 keping saja.

“Kami sudah berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kami dialokasikan hanya 500 keping saja, karena kami tidak melayani masyarakat secara baik jika kondisi blanko kosong, maka kami hanya diberikan 500 keping saja, ini bisa digunakan untuk membantu beberapa hari pelayanan saja,” ujarnya.

Ririmase mengaku, kekosongan blanko ini sudah terjadi sejak kemarin, dan blanko akan dijemput dalam waktu dekat ini, agar pelayanan di Dinas Dispendukcapil tidak terganggu lama.

“Jika sudah ada kekosongan blanko sepeti ini, maka tentunya akan terjadi penumpukan berkas, maka saat blanko sudah tersedia, maka kami staf di Dispendukcapil akan ramai-ramai lembur agar bisa mengejar ketertinggalan yang ada,” ungkapnya.

Sementara terkait blanko Kartu Keluarga, Ririmase menjelaskan, blanko KK tidak didapat secara gratis di Kementerian, namun harus dibeli pada pihak ketiga yang telah ditunjuk secara resmi oleh kementerian menjadi penyedia blanko KK.

“Saat ini kami juga sedang mengalami masalah kehabisan blanko KK, tentunya kami sudah berupaya agar dapat memenuhi kebutuban masyarakat, namun ada sekitar 500 dokumen KK yang dikeluarkan setiap harinya, sehingga kami kehabisan blanko saat ini,” katanya.

Menurutnya, pembelian Blanko KK harus dibiayai oleh pemerintah daerah, karena itu, pada Sidang Anggaran Murni 2020 mendatang, Dispendukcapil akan mengusulkan anggaran untuk membeli blanko KK.

“Dari Januari sampai Juni 2019, terhitung sudah sekitar 10 ribu blanko KK yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka kami telah berupaya untuk mengatasi masalah kekosongan KK ini dengan meminjam blanko KK pada pihak ketiga, dan bisa dibayarkan kemudian, yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tidak tertunda,” terangnya.

Ririmase memgaku, Dinas Dukcapil sebagai dinas yang melayani pelayanan publik, selalu didukung oleh Wali Kota Kupang, dan sudah didiskusikan terkait perubahan dan pembenahan yang harus dilakukan demi terwujudnya pelayanan yang lebih baik.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar sabar dan mau mengerti kondisi yang terjadi sekarang, prinsipnya Dinas Dukcapil tetap berupaya memberikan yang terbaik. Dengan kondisi kekosongan blanko ini, maka secara otomatis pelayanan akan terhambat dan masyarakat harus sabar.