Bantuan PKH Di Mabar Berjalan Lancar

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com-Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur berjalan aman dan lancar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Mabar, Agustinus Mangiraja, yang didamping bersama Koordinator PKH Mabar, Ema Wensislaus, kepada Wartawan, Kamis (27/7/2019).  

Pasalnya, saat ini sudah memasuki realisasi PKH tahap ke tiga, dengan total 20.513 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

“PKH Kita berjalan baik. Saat ini, Kita sudah masuk pada realisasi PKH tahap tiga,” ujar Mangiraja.

Dia menjelaskan, Program bantuan PKH merupakan bantuan bersyarat, yang terbagi dalam 3 (Tiga) komponen, diantaranya Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejateraan Sosial.  

Untuk komponen Pendikan, masing-masing, Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp. 900 ribu pertahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp. 1,5 juta pertahun, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp. 2 juta pertahun.

Komponen Kesehatannya untuk Ibu Hamil (Bumil) dan bayi balita Rp. 2,4 juta pertahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi stunting dan gizi buruk. Sedangkan komponen Kesejateraan social ditujukan kepada para Lanjut Usia (Lansia) yang berusia 70 tahun keatas dan para disabelitas sebesar Rp. 2,4 juta pertahun.

Koordinator PKH Mabar, Ema Wensislaus, menambahkan, guna menghindari penyalahgunaan dana PKH dimaksud oleh KPM, maka para pendamping bersama KPM-nya membuat perencanaan dan melakukan evaluasi terkait kegunaan dana tersebut.

“Kami bersama-sama membuat perencanaan dan evaluasi agar KPM tidak salah gunakan dana tersebut,” ungkap Wensislaus.

KPM juga wajib membuat komitmen tertulis bahwa apabila pemanfaatannya tidak sesuai perencanaan atau terjadi penyalahgunaan dana, maka akan diberi sanksi secara bertahap, mulai dari penangguhan bantuan hingga pencabutan hak sebagai Kelompok Penerima Manfaat. 

Akan tetapi, sejauh ini hal itu belum pernah terjadi di Mabar, tambahnya.