Solar Langkah di Belu Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hampir sepekan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL mengalami kelangkaan.

Disaksikan media, Sabtu pagi (29/6/2019) antrian panjang kendaraan truk dan tronton terlihat di SBPU Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat.

Antrian kendaraan solar dan umum yang mengular dari jalur utama hingga ke dalam kompleks SPBU. Akibat antrian itu arus lalulintas menuju Kota Atambua dan Atapupu mengalami kemacetan.

Kepada NTTOnlinenow.com, salah satu petugas SPBU Sesekoe mengaku antrian kendaraan solar ini sudah terjadi sejak minggu lalu lantaran adanya pembatasan solar ke setiap SBPU. Dia mengaku tidak mengetahui pasti alasan pembatasan pengiriman BBM jenis solar ke SPBU.

“Sudah hampir dua minggu begini. Ini karena setiap SPBU hanya 5 ton. Kita tidak tahu kenapa. Tapi hanya solar saja yang dibatasi. Bensin dan lain-lainnya tidak,” ujar dia petugas tersebut.

Tidak saja di SPBU Sesekoe, antrian kendaraan juga terjadi pada beberapa SPBU dalam kota Atambua seperti pada SPBU Halifehan sejak beberapa hari dalam sepekan ini.

Terpisah, Kepala TBBM Atapupu Marsel Dagung yang dikonfirmasi media mengatakan, kelangkaan solar yang terjadi di Belu dikarenakan terlambatnya pengambilan solar di Tenau.

“Kapal sudah masuk di Atapupu dan hari ini solarnya sudah aman,” kata Dagung.